Beranda Nasional Aristo Ryan Angriawan, Owner Scuto Padang

Aristo Ryan Angriawan, Owner Scuto Padang

432
0
BERBAGI

Kepercayaan Pelanggan Nomor Satu

Menjalani usaha berdasarkan hobi, memang lebih mudah. Hal itulah yang dirasakan Aristo Ryan Angriawan, pemilik Scuto Padang berani membangun usaha di bidang otomotif.

Ryan begitu Aristo Ryan Angriawan disapa mengatakan membuka usaha berdasarkan hobi pasti lebih menyenangkan, sebanyak apapun pekerjaan, asalkan hobi pasti akan selalu menikmatinya.

“Saya membuka usaha ini semenjak 2015, setelah selesai kuliah tahun 2014. Saya balik ke Padang dan membuka usaha ini,” kata Ryan yang memilih membuka usaha sesuai dengan passion dimilikinya. 

Setamatnya kuliah, anak pertama dari pasangan Lucien dan Yenni ini membuka usaha dengan modal usahanya diperoleh dari bantuan orang tua. Meskipun begitu, ia tidak ingin lengah dalam menjalankan usahanya.

Ia bertekad untuk semangat dalam mengembangkan usaha yang dimiliki, agar bisa secepatnya mengembalikan modal yang telah diberikan orang tuanya. “Sekarang saya sudah dewasa, dan harus bisa mandiri. Tidak boleh bergantung lagi sama orangtua,” lulusan Universitas Curtin, Singapura jurusan marketing ini.

Alumni Don Bosco, ini menceritakan bidang usaha otomotif yang dibukanya ini yaitu Scuto. Di mana Scuto sendiri merupakan pelindung cat mobil, sehingga membuat mobil mengkilat dan cat mobil tidak mudah pudar.

”Scuto dapat mempertahankan cat dari kepudaran, tidak membuat terkelupas dan membuat mobil menjadi mengkilat. Ibarat mobil putih, lama-lama menguning, karena itu Scuto dapat mengatasinya,” kata Ryan. 

Ryan mengatakan banyak mobil baru dari showroom langsung melindungi cat mobilnya menggunakan Scuto. Dari hari pertama keluar showroom dibawa ke Scuto terlebih dahulu.

Untuk pelanggan Scuto tidak hanya berasal dari Padang saja, tetapi juga banyak dari luar kota. Seperti Bukittinggi, Batusangkar, Dharmasraya, Jambi bahkan Pekanbaru.

Selain itu, Ryan mengatakan dengan menggunakan Scuto dapat melindungi mobil dari goresan halus, karena apabila tergores tidak langsung terkena lapisan dalam mobil. Sehingga dengan menggunakan Scuto dapat dengan mudah menghilangkan goresan di mobil.

Ia juga mengatakan menerima semua jenis mobil dan biaya tergantung dari besarnya mobil yang dimiliki. “Kalau ukuran mobilnya kecil tentu biayanya lebih murah, bagi yang mengetahui manfaat dari Scuto pasti menggunakan Scuto. Laminatinglah kendaraan anda sebelum terlambat,” sebutnya. 

Tidak hanya itu proses pengerjaan Scuto langsung dikerjakan oleh teknisi yang profesional. Dengan proses pembersihan satu paket dari body, jamur body, jamur kaca, interior sampai membersihkan mesin. Kemudian juga dilakukan salon kepada mobil setelah itu baru dilaminating.

Dalam mengembangkan usaha otomotif yang dimilikinya, Ryan menyebutkan sering melakukan promosi dan menjaga hubungan baik dengan konsumen. Yang paling penting menjaga kepercayaan konsumen.

Ia mengaku setiap menjalankan usaha, pasti akan selalu ada kendalanya. Namun kendala itu merupakan tantangan sendiri dalam proses usaha. “Kalau awal-awal buka usaha memang susah, tapi disitu ujiannya. Seperti  bagaimana memperkenalkan kepada masyarakat mengenai Scuto ini,” ujarnya.

Pria kelahiran 26 Oktober 1992 ini dalam menjalankan usahanya memiliki prinsip yang tegas yakni selalu mempertahankan kualitas.

“Saya sangat tegas dengan segi hal pengawasan kualitas, karena kualitas itu sangat penting mempertahankan konsumen. Jadi saya selalu mengusahakan tetap di sini, sehingga kalau untuk serah terima mobil dengan konsumen itu harus saya yang melakukan,” ujarnya. 

Ia mengaku setiap hari selalu ada mobil yang masuk ke tempatnya, karena itu ia selalu menjaga kualitas supaya konsumen datang kembali.

Ryan merupakan salah satu pemuda yang membuktikan kalau bekerja berdasarkan hobi, sehingga sesulit apapun pekerjaannya pasti akan lancar kalau memang sudah hobi. Untuk target ke depan, ia masih fokus dalam pengembangan dan meningkatkan kualitas usahanya. 

“Saya ingin menjaga kualitas dari brand ini, kalau buka cabang otomatis saya harus melakukan pengontrolan kualitas. Kecuali kalau sudah ada yang saya percaya untuk menjaga kualitasnya,” ujarnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.