Beranda Nasional Ayah Mabuk Tewas di Tangan Anak

Ayah Mabuk Tewas di Tangan Anak

199
0
BERBAGI

Selasa, 6 Desember 2016 15:21 WIB

MEDAN – Pertarungan maut antara ayah dengan anak kandung terjadi di Desa Gonting Garoga, Kecamatan Garoga, Tapanuli Utara, Sumut. Sang ayah yang sudah berusia 58 tahun tak mampu menandingi kekuatan fisik putranya yang baru 20 tahun. Akibatnya, petani ini pun tewas di tangan sang penerus marga.

Belakangan terungkap jika duel itu dilatarbelakangi oleh ketidaksenangan sang anak, terhadap ayah yang suka mabuk-mabukan serta main pukul terhadap istrinya di rumah. 

Pertarungan yang merenggut nyawa Hulman Pane (58) ini terjadi di kediamannya pada Minggu (4/12) sore, kemarin. Ia meregang nyawa setelah tidak mampu menahan pukulan yang dihantamkan putranya, Junaidi Pane (20) secara beruntun.

Kasubbag Humas Polres Taput AKP W Baringbing, Senin (5/12) menjelaskan, luka yang diderita korban tergolong parah, khususnya di bagain kepala yang mengucurkan darah segar. Luka ini menyebabkan korban tewas di tempat. “Kami menyita lima keping papan rumah yang digunakan tersangka memukul korban,” kata Baringbing.

Dari pemeriksaan diketahui kalau hubungan ayah dan anak ini sudah lama tidak harmonis. Penyebabnya karena kebiasaan buruk Hulman yang sering mabuk. Setiap mabuk, Hulman selalu ribut dengan istri dan dilaporkan tidak jarang memukulnya.

Pada hari kejadian, Hulman kembali terlihat duduk di warung tuak. Junaidi yang melihat itu langsung menyampaikan kepada ibunya, dengan maksud mencegah ayahnya mabuk-mabukan lagi. Tapi niat ini sudah terlambat, karena ketika Hulman pulang, dirinya sudah mabuk.

“Waktu pulang, korban sudah mabuk. Tersangka mencoba menasehatinya, tapi malah terjadi keributan,” kata Bariingbing.

Istri korban yang takut melihat pertengkaran ini sempat lari minta pertolongan ke rumah tetangga. Tapi ketika dia kembali ke rumah bersama beberapa tetangga, suaminya sudah tergeletak bersimbah darah di lantai rumah. Sementara Junaidi sudah tidak terlihat. “Usai melihat ayahnya tewas, pelaku langsung melarikan diri,” lanjutnya.

Namun pelarian ini tidak berlangsung lama, karena Junaidi berhasil ditangkap pada Senin (5/11) sekora pukul 11.00 WIB. Menurutnya kondisi pelaku masih syok karena tidak menduga ayahnya tewas di tangannya.(mad)