in

Belarusia Beri Aturan Bebas Visa untuk Indonesia

Semakin banyak pilihan berwisata ke Eropa Timur, setelah pemerintah Belarusia memberikan kemudahan kunjungan bebas visa kepada penduduk Indonesia, terhitung mulai 12 Februari mendatang. Dalam kunjungan bebas visa itu, pemerintah Belarusia mengizinkan penduduk Indonesia menetap selama lima hari berturut-turut. 

Setelah itu, mereka harus mengurus visa kedatangan, yang bisa diurus di Bandara Minsk, untuk kembali diperbolehkan menetap selama 30 hari berturut-turut. “Masa tinggal selama lima hari mungkin meninggalkan pertanyaan, namun ini adalah langkah awal yang sangat baik,” kata Duta Besar Republik Belarusia untuk Indonesia Vladimir Lopato-Zagorsky, dalam acara jumpa pers di Kedutaan Besar Republik Belarusia di Jakarta, seperti yang dilansir dari Antara pada Kamis (26/1).

Vladimir lanjut mengatakan, dalam satu tahun, penduduk Indonesia diperbolehkan menetap di Belarusia selama 90 hari tanpa keharusan memiliki visa kunjungan. Namun, mereka tidak dapat menetap selama lebih dari lima hari berturut-turut. Sehingga, Vladimir menyarankan, jika penduduk Indonesia ingin menetap di Belarusia lebih dari lima hari, mereka dapat singgah sejenak ke kota Kiev yang merupakan ibu kota Ukraina, atau Moskow yang merupakan ibu kota Rusia.

Untuk dapat memasuki Belarusia tanpa visa, ada beberapa dokumen yang diperlukan, yaitu; uang minimum 25 Euro (sekitar Rp356 ribu) untuk setiap hari selama berada di sana, serta asuransi kesehatan dengan santunan tunai minimal 10 ribu Euro (sekitar Rp142 juta). Jika sudah sampai di Belarusia, wisatawan akan disajikan banyak pemandangan indah dari objek wisata alam dan sejarahnya. 

Di ibu kota Belarusia, Minsk, terdapat banyak bangunan peninggalan era Soviet dan Perang Dunia ke-dua, seperti Kastil Mir, Kastil Nesvizh, Kastil Kosovo, Kastil Navahrudak, dan Benteng Brest, Menara Kamyanets. Sedangkan untuk alamnya, wisatawan jangan sampai lupa mengunjungi Hutan Bialowieza, Taman Nasional Pripyatsky, dan Taman Nasional Berezinsky.

Keputusan bebas visa diterapkan setelah hubungan ekonomi dan politik antara pemerintah Belarusia dan Indonesia semakin baik, terutama dalam beberapa waktu belakangan ini. “Tahun lalu, kerja sama perdagangan anatara Belarusia dan Indonesia mencapai sekitar US$200 juta (sekitar Rp2,6 triliun). Hal itu menempatkan Belarusia sebagai salah satu negara Eropa Timur yang menjadi mitra utama Indonesia,” ujar Vladimir, yang juga pernah menjabat sebagai Dubes Belarusia untuk Suriah itu.

Ia berharap agar kebijakan bebas visa semakin memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara. “Kami yakin bahwa angka perdagangan antara kedua negara akan semakin meningkat, dan bersamaan dengan itu, semakin banyak orang Indonesia yang akan tertarik untuk mengunjungi Belarusia,” kata Vladimir.

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

QS. Al Hajj: 66

Pengurus PSSI 2016-2020 Resmi Dilantik