in

Butuh Pabrik Pengolahan Pepaya

Hasil Panen Melimpah, Pasar Terbatas

Perkebunan pepaya cukup menjanjikan bagi warga Padangpariaman. Tiap kecamatan warga dan petani menanam pepaya di lahan miliknya. Sayangnya, meningkatnya produksi buah pepaya, justru terkendala dalam pemasaran. Sehingga setelah panen, sebagian tak terserap pasar, akhirnya membusuk di batang.

Koten Tuangku Bandaro, 50, petani pepaya di Nagari Tandikek mengatakan, pepaya dapat dipanen seminggu sekali. “Kalau di sini harga pepaya paling mahal Rp 2.500 per kilogram. Sedangkan harga paling rendah itu Rp 1.000 per kilogram. Sekarang harga pepaya standar, yaitu Rp 1.500 per kilogram.” ujarnya 

Kata Koten, naiknya harga pepaya biasanya terjadi menjelang Lebaran. Sebab permintaan pepaya di pasaran melonjak. Sedangkan turunnya harga pepaya ketika musim hujan dan panen pepaya melimpah di pasaran.

“Kalau pedagang bermain sudah biasa. Misalnya petani panen lima ton, hanya tiga setengah ton yang dapat diterima petani dengan harga sesuai pasar,” ungkapnya.

Koten menjelaskan, perkebunan pepaya juga dapat mengalami gagal panen. Misalnya buah pepaya berukuran bulat, sehingga terjual murah di pasaran. Petani harus mengeluarkan modal yang cukup besar dalam mengembangkan perkebunan pepayanya. Di antaranya untuk membeli racun hama dan pupuk.

“Kalau modal saya cukup besar juga sebulan, yaitu Rp 1 juta. Sebab pemupukan dan penyemprotan racun hama harus rutin dilakukan, agar pepaya tidak gagal panen,” ujarnya.

Bagi Koten, perkebunan pepaya di Padangpariaman memang perlu diberi ruang yang lebih besar untuk mensejahterakan petani. Salah satunya mendirikan industri pengelolahan buah pepaya. Sehingga, petani tidak lagi terikat dengan para penampung pepaya.

“Kualitas rasa pepaya di Padangpariaman ini manis-manis. Produksinya juga banyak. Jadi kalau untuk pabrik olahan pepaya, saya rasa sudah bisa terpenuhi kebutuhannya oleh petani,” hemat Koten. 

Koten juga menyarankan, agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padangpariaman melakukan pembinaan secara merata terhadap petani pepaya. Sebab, masih banyak petani pepaya yang berkembang secara mandiri. Padahal, kebutuhan petani pepaya terbilang cukup banyak. “Kalau saya pribadi belum pernah mendapat pembinaan atau bantuan dari dinas,” ujarnya.

Menyikapi kondisi itu, Kepala Dispertangan, Yurisman Yakub mengatakan, pihaknya selalu melakukan pembinaan terhadap petani pepaya setiap tahunnya. Di antaranya membina petani dalam membuat produk olahan pepaya, seperti saus. “Ada, setiap tahun kami bina,” ujarnya.

Yurisman mengakui, pepaya memang tidak masuk ke dalam komoditas yang mendapat perhatian prioritas pihaknya. Kendati demikian, dia meyakini pepaya mampu menjadi komoditas yang menjamin kesejahteraan petani. Untuk itu, upaya pihaknya membina dan membantu petani pepaya terus dilakukan.

“Anggaran selalu menjadi masalah klasik kita. Makanya, untuk membina petani pepaya kami berupaya menggaet anggaran Pemerintah Provinsi atau Pusat,” ujar Yurisman. 

Kendati demikian, Yurisman mendukung, apabila petani menginginkan adanya pabrik olahan pepaya di Padangpariaman. Terlebih pihaknya mendapat kabar, sekarang Dinas Penanaman Modal Pelayan Terpadu dan Perindutrian (DPMPTP) Padangpariaman sedang berusaha mencari investor industri buah pepaya itu.

“Kalau ada pabrik olahan pepaya memang bagus. Kami di Dispertangan sangat mendukung itu. Terlebih kami sudah memberikan pembinaan mengolah pepaya kepada petani selama ini,” ujarnya.

Yurisman menjelaskan, produksi pepaya di Padangpariaman saat ini terbilang masih tinggi. Bahkan di tahun 2015, produksi pepaya tembus hingga 20,78 ribu ton. Untuk itu, dia yakin, apabila pabrik olahan pepaya bisa berkembang baik di Padangpariaman.

“Kami akan terus menggenjot petani agar perkebunan pepaya semakin produktif. Sekarang kami juga sudah rencanakan untuk mengejar anggaran di Provinsi dan pusat, sehingga pembinaan dapat dilakukan tahun depan,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padangpariaman, Hendra Aswara mengatakan, pihaknya sedang mencari investor yang bersedia mendirikan pabrik olahan pepaya di Padangpariaman. Pihak telah mengantarkan proposal ke sejumlah perusahaan swata di Jakarta.

“Kalau ada investor yang ingin dirikan pabrik olahan pepaya, kami menjamin lahan bagi mereka. Bahkan lahan itu bisa dicarikan di Kecamatan Patamuan atau Padangsago, yang memiliki lahan perkebunan pepaya terluas di Padangpariaman,” ujar mantan Kabag Humas Padangpariaman itu.

Tidak hanya itu, Hendra juga memastikan akan mempermudah segala urusan perizinan investor tersebut nantinya. Hal itu dilakukan pihaknya, agar keinginan masyarakat adanya pabrik olahan pepaya dapat terwujud dengan mudah. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Perindo Targetkan 1 Kursi Per Dapil

SMKN 07 Sijunjung Optimis Hadapi LSS