Beranda Nasional Camat Meurahdua Bersama Mobil “Nyungsep” ke Parit

Camat Meurahdua Bersama Mobil “Nyungsep” ke Parit

151
0
BERBAGI

Minggu, 5 November 2017 15:15 WIB

MEUREUDU – Nasib apes
menimpa Camat Meurahdua, Pidie Jaya, Teuku Safrizal S,STp, Jumat (3/11),
bersama mobil dinas yang dikemudikannya nyungsep ke parit di lintasan
jalan kawasan Gampong Meunasah Jurong Teupin Pukat. Akibat peristiwa tersebut,
Safrizal mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD setempat. Sementara
mobil ber-Nopol BL 153 O ringsek bagian depan dan samping.

Musibah tersebut terjadi
sekitar pukul 10.30 WIB. Kala itu, camat yang hanya sendirian di mobil  berangkat dari kantornya di Simpang Empat
hendak mengikuti rapat di ibukota kabupaten. Diduga waktu sudah mepet, korban
memacu kendaraannya dengan kecepatan agak tinggi. Nahas baginya, sekitar satu
kilometer menjelang Kota Meureudu, atau tepatnya di Gampong Teupin Pukat, mobil
yang digunakannya mengalami musibah atau terjun ke parit sedalam hampir dua meter.

Tidak ada korban jiwa dalam
musibah tersebut, kecuali hanya Safrizal yang menyupiri mobil, mengalami
luka-luka ringan di beberapa bagian tubuhnya dan langsung dilarikan ke Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) Pijay di kawasan Simpang Tiga. Sedangkan mobil
ber-Nomor Polisi (Nopol) BL 153 O ringsek di bagian depan dan samping. Pasca
musibah, mobil yang sudah “bersemanyam” dalam parit menjadi tontonan gratis
silih berganti bagi pengguna jalan termasuk juga warga sekitar.

Dari beberapa warga setempat,
didapat informasi, insiden itu bermula saat mobil melaju kencang dari arah
timur menuju ibukota kabupaten (kota Meureudu). Mobil yang semula melaju dari
sisi kiri badan jalan, tiba-tiba bergerak cepat atau membelok ke bagian kanan.
Entah bagaimana, dalam sekejap saja, mobil berplat merah itu sudah nyungsep
masuk parit.

Warga di sekitar lokasi
langsung memberi pertolongan dengan mengevakuasi korban dari dalam mobil dan
bergegas dilarikan ke RSUD di kawasan 
Simpang Tiga. Dalam hitungan menit para pengguna jalan dari dua arah
menyempatkan untuk berhenti melihat peristiwa tersebut. Tak lama kemudian,
petugas Pos Lantas Simpang Tiga tiba di lokasi dan menjelang shalat Jumat
kemarin, mobil yang rinsek itu dievakuasi dengan mobil derek.

Keuchik Meunasah Jurong Teupin Pukat, Cut Lidan
Sulaiman yang ditanya, mengaku tak tahu persis kronologis yang menimpa Camat
Meurahdua yang juga atasannya di ruas jalan yang kini masih rusak berat akibat
musibah gempa bumi akhir tahun 2016 lalu. Pun begitu, lanjut Cut Lidan,
berdasarkan keterangan camat kepadanya saat ia menjenguk ke RSU mengatakan,
musibah itu bermula ketika mobil yang dikemudikannya seakan hilang kendali.
Kala itu, camat bermaksud hendak mengikuti rapat.
(ag)