in

CBT SBMPTN Belum Capai Target

Kuota Unand 2.052 Mahasiswa, UNP 3.350

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hari pertama digelar serentak  kemarin (16/5). Cakupan seleksi dengan komputer (computer based test atau CBT) belum mencapai target. 

Dari total 797.023 siswa yang mengikuti ujian, hanya 20.860 siswa yang tes dengan sistem CBT. Sisanya, 776.163 mengikuti tes berbasis PBT (paper based test). Padahal, panitia nasional menargetkan 30.000  siswa diakomodir dalam tes CBT. 

Sekretaris Panitia Pusat SBMPTN 2017, Joni Hermana mengakui tes dengan CBT masih belum tersosialisasi optimal. Peserta hanya diberikan pilihan pada sesi pendaftaran untuk mengikuti tes CBT ataupun PBT. 

Selain itu, ada beberapa kendala fasilitas. Joni menyebut fasilitas komputer yang dimiliki PTN penyelenggara SBMPTN harus benar-benar sesuai standar yang ditetapkan panitia pusat.

“Tidak cuma komputer, perangkat pengaman seperti genset atau UPS (suplai listrik cadangan, red) juga harus siap,” katanya di sela-sela peninjauan pelaksanaan SBMPTN di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, kemarin. 

Sebelumnya, tim validasi telah melakukan pengecekan ke masing-masing PTN pelaksana yang akan melakukan ujian CBT. Sekitar 25.000 komputer CBT telah dinyatakan layak. “Tapi waktu pelaksanaan tidak seperti yang diduga,” kata Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini. 

Ke depan, panitia pusat akan terus mendorong peningkatan penggunaan tes melalui CBT untuk meminimalisir dan mencegah praktik kecurangan. Pihaknya akan berupaya menggandeng berbagai mitra untuk meningkatkan pengadaan komputer.

Termasuk berkomunikasi dengan Kemendikbud untuk mendapatkan akses terhadap sumber daya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Nanti harus bisa paperless (tanpa kertas, red),” katanya. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemeristek Dikti), Ainun Na’im mengatakan meski tidak mencapai target, kenaikan cakupan CBT sudah sangat signifikan. “Hampir 10 kali lipat, tahun lalu cuma 2.000-an, sekarang naik 20.000,” katanya. 

Menurut Ainun, rendahnya cakupan CBT hanyalah masalah perubahan perilaku saja. Selama ini peserta didik maupun pelaksana sudah kadung terbiasa dengan tes dengan menggunakan kertas.

Maka dari itu, untuk mencegah kecurangan, di ruangan-ruangan ujian PBT ditempatkan 10 orang pengawas dan seorang koordinator pengawas. “Jadi, rasionya 10 orang peserta satu orang pengawas,” kata pria asal Kediri ini. 

Meski demikian, tidak ada sanksi khusus bagi para peserta maupun PTN yang tahun lalu kedapatan melakukan praktik kecurangan saat SBMPTN. Ainun menyatakan bahwa sanksi utama terhadap peserta adalah ketidaklulusan.

Sementara jika ada praktik lain yang mengarah ke pelanggaran hukum, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian. “Yang kami sanksi orangnya, bukan lembaganya,” ujarnya. 

Ditanya tentang ancaman virus, Ainun menyebut bahwa hingga saat ini sistem informasi dan ujian SBMPTN masih dinyatakan aman. Belum ada laporan gangguan sistem. Panitia telah melakukan serangkaian pencegahan sebelum ujian dilaksanakan. Ainun cukup optimistis jaringan SBMPTN aman. “Di masing-masing pelaksana jaringannya cuma lokal itu, tidak lebih luas,” pungkasnya. 

Selain ujian untuk peserta reguler, Panitia SBMPTN juga menfasilitasi ujian bagi beberapa siswa difabel. Sebanyak  797 peserta akan memperebutkan 128.085 kursi di 85 PTN se-Indonesia. 

Unand dan UNP

Khusus Sumbar, Ketua Panitia Lokal SBMPTN 17/2017 Padang, Yunia Wardi menyebutkan, terdapat 38.791 peserta yang akan memperebutkan kursi untuk masuk perguruan tinggi di Sumbar. “Yang mengikuti SBMPTN sebanyak 38.791 orang ujian di Limaumanis (Unand) dan Airtawar (UNP),” ujarnya. 

Lewat SBMPTN 2017 ini, Universitas Andalas (Unand) menyediakan 2.052 kursi. Sedangkan Universitas Negeri Padang (UNP) menerima 3.350 calon mahasiswa baru. 

Rektor Unand Prof Tafdil Husni kepada Padang Ekspres mengatakan, jumlah kursi yang disediakan lewat SBMPTN tercatat 40 persen dari total penerimaan mahasiswa baru Unand tahun ini.

“Selain SBMPTN, sebelumnya kita sudah menerima mahasiswa lewat jalur SNMPTN, selanjutnya lewat penerimaan SMMPTN (Seleksi Mandiri Masuk PTN) pada 8 Juli mendatang,” jelasnya. 

Di sisi lain, Rektor UNP Prof Ganefri tadi malam menyebutkan, jumlah peminat masuk UNP lewat SBMPTN tahun ini mengalami peningkatan.

“Bila tahun-tahun sebelumnya peminat UNP hanya di kisaran 30 ribuan. Namun, tahun ini mengalami peningkatan hingga mencapai hampir 50 ribu. Naiknya akreditasi institusi UNP menjadi A, diyakini menjadi salah satu pemicu kenaikan jumlah peminat ini,” terang Ganefri. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

BBPOM Sasar 4 Gudang

Millennials dan Disruption