in

Dikawal Ratusan Massa Pendukung, Tim Wi-Fi Laporkan Dugaan Kecurangan Pilkada

Rio Payakumbuh | Sabtu,18 Februari 2017 – 01:46:58 WIB

Dibaca: 273 kali 

Payakumbuh,-Adanya dugaan pengelembungan suara pada Pilkada 15 Februari 2017 lalu, akhirnya dilaporkan partai pengusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Suwandel Muhktar-Fitrial Bachri (W-Fi) ke Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslih), Jum’at (18/2). Dibawah pengawalan ketat ratusan personil aparat Polres Payakumbuh dan Kodim 0306-50 Kota.

Ketua Partai Golkar, Sudirman Rusma, Ketua Partai Hanura, Basril Latief atas nama 6 partai pengusung dan Pengurus DPP PDIP, Klif,  serta didampingi ratusan kader partai politik dan relawan berbondong mendatangi kantor Panwaslih Kota Payakumbuh di Jalan Pahlawan, Sawah Padang, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Kepada Ketua Panwaslih, Suci Wildanis didampingi anggota Media Febrina dan Ismail Hamzah, Sudirman Rusma, meminta Panwaslih mengusut laporan pengaduan tim W-Fi terkait adanya dugaan pelanggaran Pilkada, antara lain adanya pengelembungan suara di sejumlah TPS untuk memenangkan pasangan nomor urut 2 Riza Falepi- Erwin Yunaz (F-Win). “ Kami minta Panwaslih menyikapi laporan pengaduan ini, karena laporan pengaduan yang kami layangkan ke Panwaslih disertakan bukti-bukti,” sebut Sudirman Rusma.

Tuntutan paling leras juga dilontarkan seorang pengurus DPP PDIP, Klif, yang mengaku ditugaskan oleh pusat untuk memantau dan mengawal jalannya Pilkada di Payakumbuh. “ Saya sudah melakukan pemantauan dan mengumpulkan bukti-bukti terhadap adanya pelanggaran Pilkada yang terjadi di Payakumbuh. Pelanggaran Pilkada itu berjalan secara terstruktur mulai dari KPU, Panwalih, PPK, PPS dan sampai ke RT-RT,” sebut Klif.

“ Saya minta pelanggaran Pilkada melalui pengelembungan suara dan pemberian beras dan kain songket untuk masyarakat dilakukan saat minggu tenang untuk mendukung pemenangan petahana Riza Falepi diusut secara tuntas,” pinta Klif.

Klif juga mengungkapkan data penggelembungan suara yang ditemukan disalah satu TPS, dimana harusnya selisih suara 31, tetapi dalam data from C1, tertulis 131, ini merugikan, dan kami menduga tidak hanya terjadi di satu TPS saja, tetapi masif terjadi diberbagai TPS di Lima Kecamatan di Kota payakumbuh,” ujar Klif.

Ditambahkan Klif, from C1 yang terdapat penggelembungan suara diprediksi akan terus bertambah. Bahkan tim akan terus memberikan data susulan kepada Panwaslih untuk dapat ditindaklanjuti. “Besok (Sabtu-Red) juga akan kita serahkan data tambahan kepada Panwaslih terkait penggelembungan data C1. Bahkan kami melihat semua KPPS sudah masif melakukan penggelembungan suara di Payakumbuh Utara. Jadi kami ingin proses dilakukan oleh Panwas, baik terkait penemuan kain songket dan beras,” jelasnya.

Usai melaporkan dugaan terjadnya penggelembungan suara, dan penemuan berbagai bentuk kecurangan kepada panwaslih. Ratusan masa pendukung dan simpatisan paslon nomor urut 3, lansung membubarkan diri sambil berteriak meminta Panwasli mengusut ada perlu menangkap orang-orang yang terlibat. Ketua Panwaslih Kota Payakumbuh Suci Wildanis, menyebut panwaslih sudah menerima dan sudah teregistrasi terkait penambahan jumlah suara, laporan dari timses nomor urut 3. Tentu saja, sebut panwaslih, akan ditindak lanjuti dalam waktu dekat.

“Yang dilaporkan hari ini terkait penggelembungan suara di TPS 01 Balai Tongah Koto, Payakumbuh Utara, dimana jumlah pemilih 375, dan pemilih yang menggunakan hak pilih 254 ditambah 2,5 persen menjadi 285, jadi harusnya selisih tertulis 31, namun data C1 tertulis 131, ini yang dilaporkan,” jelasnya.

Jadi disampaikan Suci Wildanis, terkait dua laporan lainnya seperti temuan timses pada masa tenang tentang beras, kain songket, sebelumnya juga sudah disampaikan dan Panwaslih sudah menyampaikan kepada KPU Kota Payakumbuh


What do you think?

Written by virgo

15 Pertanyaan Sering Terdengar Seputar Menstruasi Yang Di Alami Oleh Wanita

Menikmati duet cokelat dengan buah tropis