Beranda Nasional Emiten Semen Berencana Terbitkan Obligasi

Emiten Semen Berencana Terbitkan Obligasi

140
0
BERBAGI

Penerbitan obligasi mengacu pada kondisi pasar yang terbilang cukup menarik ditambah dengan tren penurunan suku bunga.

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi korporasi tahap pertama pada tahun ini sebesar tiga triliun rupiah. Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan target penerbitan emisi sebesar delapan triliun rupiah selama lima tahun.

Untuk itu, Perseroan, telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter), yakni Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. Direktur Keuangan Semen Indonesia, Darmawan Junaidi, mengatakan penerbitan obligasi mengacu pada kondisi pasar saat ini yang terbilang cukup menarik, ditambah lagi adanya tren suku bunga menurun. Langkah ini pun cukup positif dalam mendukung program infrastruktur yang sudah dicanangkan pemerintah.

“Rencananya untuk tahap pertama kami akan terbitkan pada semester II tahun ini sebesar tiga triliun rupiah. Kami juga sudah cukup lama tidak menerbitkan obligasi,” ungkapnya di Jakarta, pekan lalu (31/3). Dana hasil penerbitan obligasi rencananya akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek, di antaranya menyelesaikan proyek pabrik semen di Rembang yang saat ini sudah mencapai 99 persen. Kebutuhan dana dalam pembangunan pabrik berkapasitas tiga juta ton ini mencapai 4,98 triliun rupiah.

Diharapkan pabrik Rembang dapat mulai melakukan produksi komersial pada semester I-2017. Selanjutnya, dana penerbitan obligasi juga akan digunakan untuk menyelesaikan proyek pabrik semen Indarung VI di Padang, Sumatra Barat. Pabrik berkapasitas tiga juta ton ini membutuhkan dana investasi sebesar 4,2 triliun rupiah.

Penyelesaian pembangunan Grinding Plant di Cigading. Selanjutnya akan digunakan untuk membangun tambahan packing plant di Maluku Utara dan Bengkulu. Pembangunan tambahan fasilitas produksi baru di Aceh dan Kupang dengan kapasitas total lima juta ton, ditargetkan rampung pada 2021.

Selain itu, untuk menyelesaikan pembangunan proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG). Fasilitas di Tuban ini dapat menghasilkan listrik sekitar 30,6 megawatt (MW) dan mengurangi emisi gas CO2 sebesar 122.358 ton per tahun. Selain itu, dapat menghemat biaya operasional listrik sebesar 120 miliar rupiah per tahun.

Belanja Modal

Pada tahun ini, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expendicture/capex) berkisar 15–20 persen dari pendapatan. Namun, ada kemungkinan akan diperbesar hingga 25 persen. Pendanaan capex rencananya akan berasal dari pinjaman perbankan maupun obligasi. Bagaimanapun Perseroan ingin melakukan optimalisasi funding cost sehingga sebagian besar dana bisa berasal dari pinjaman dalam bentuk kredit serta mixed dari penerbitan obligasi.

“Kita harapkan bunga kompetitif sehingga akan turunkan biaya dana dan secara bottom line terpengaruh,” sambung Darmawan. Sementara itu, Direktur Utama Semen Indonesia, Rizkan Chandra, menuturkan pada tahun ini Perseroan akan mempertahankan bisnis domestik, ekspansi regional dan ekspansi industri hilir. Untuk ekspansi keluar negeri, Perseroan akan melakukan pengembangan anorganik dengan mencari perusahaan semen regional sehingga supply chain dapat terintegrasi.

Penjualan Perseroan tahun ini diharapkan minimal sama dengan pertumbuhan industri semen. Dengan begitu, Perseroan dapat mempertahankan pangsa pasarnya saat ini di kisaran 42 persen. Pada tahun ini, industri semen diperkirakan akan mengalami kenaikan permintaan sebesar 2–3 persen.

“Target penjualan kami minimal sama dengan pertumbuhan industri 2–3 persen,” ujarnya. Perseroan juga berencana membagikan dividen sebesar 1,8 triliun rupiah atau 40 persen dari raihan laba bersih Perseroan tahun lalu sebesar 4,52 triliun rupiah.

Total nilai dividen setara dengan 304,92 rupiah per saham. Lalu, sebesar 2,71 triliun rupiah atau 60 persen dari laba bersih dialokasikan sebagai cadangan. Hal tersebut di sepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 

yni/AR-2