Beranda Nasional HP Hilang, Tiga Warga Diinterogasi di TPA Sampah

HP Hilang, Tiga Warga Diinterogasi di TPA Sampah

122
0
BERBAGI

Selasa, 7 Februari 2017 15:10 WIB

MEUREUDU – Tiga orang warga Gampong Rhieng Mancang, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, diinterogasi di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, oleh oknum personel Brimob, menyusul hilangnya sebuah telepon genggam (hp) milik seorang mahasiswa yang melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong Rhieng Mancang.

Insiden interogasi di TPA yang jelas bukan di kantor polisi itu, juga dilaporkan berujung pada tindakan kekerasan dan membuat Kapolres Pidie ikut angkat bicara.

Tiga warga yang dicurigai oleh pemilik HP sebagai dalang yang membuat HP hilang, terdiri dari dua orang pelajar serta satu warga biasa. Ketiganya adalah Ferdi Kawanda (19), Nanda Zikrullah (16)  dan Fakhrurrazi (13). Insiden itu diakui terjadi pada Kamis (2/2) lalu.

Sementara oknum personil Brimob yang dilaporkan terkait interogasi berujung gedebak gedebuk adalah Brigadir Z.

Kapolres Pidie AKBP M Ali Kadhafi, SIK melalui Kapolsek Meureudu AKP T Muhammad SH, Senin (6/2) mengakui insiden interogasi berujung kekerasan tersebut. Bahkan pihaknya kini sedang menelusuri kasus itu, setelah adanya laporan dari korban. “Sampai hari ini (kemarin-red) kita telah memintai keterangan tiga orang selaku saksi korban serta dua orang saksi lain,” sebut AKP Teuku Muhammad.

Polisi juga kini masih menunggu hasil visum terhadap yang mengaku menerima tindakan kekerasan. Informasi yang dihimpun, pada Rabu (1/2) malam, tiga orang warga yang ditengarai terkait hilangnya Hp, dan dua orang lainnya bermalam di Balee Meunasah Gampong Rhieng Mancang bersama dua mahasiswa Al Muslim, Kabupaten Bireuen, M Iqbal (23) dan Azkia (23)  yang sedang melakukan kegiatan KPM.

Esoknya, M Iqbal mendapati Hp miliknya telah raib dari charge arus listrik yang diletakkan di samping bantal. Saat itulah ia melihat kabel charger itu dipakai oleh Ferdi untuk merechard Hp miliknya, dan Ikbal sempat menuduh Ferdi sebagai pelaku.  

Karena tak ada yang mengaku, korban melaporkan kehilangan itu kepada Brigadir Z. Tiga remaja yang ditengarai terlibat dijemput dan diakui akan dibawa ke Mapolsek. Belakangan, mereka bukan ke Mapolsek, tapi malah melaju hingga ke TPA, dan di situlah terjadi interogasi ala jalanan. “Karena tak juga mendapat pengakuan dari ketiganya, barulah oknum anggota Brimob tersebut bersama dua mahasiswa Al Muslim membawa mereka ke Polsek Meureudu,”jelas Kapolres melalui Kapolsek.

Yusnidar (43) selaku orang tua Ferdi Kawanda, meminta aparat kepolisian untuk tetap memproses dugaan penganiayaan terhadap anaknya sesuai dengan hukum yang berlaku.(c43)