Beranda Nasional KLHK amankan tiga kontainer kayu ilegal di Riau

KLHK amankan tiga kontainer kayu ilegal di Riau

83
0
BERBAGI

Pekanbaru (ANTARA Sumsel) – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Wilayah II Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan
tiga truk kontainer berisi sekitar 127 meter kubik kayu ilegal di
Provinsi Riau.

“Kayu-kayu ini kami duga merupakan hasil pembalakan liar di
Kabupaten Kuantan Singingi, Riau,” kata Kepala Seksi Penegakan Hukum
(Gakkum) KLHK Wilayah II Sumatera, Eduwar Hutapea, kepada ANTARA News di Pekanbaru, Sabtu.

Ia merinci, ketiga kontainer yang masing-masing bernomor polisi W
9790 US, BK 9111 FO, S 9766 OW tersebut saat ini telah diamankan di
Kantor Gakkum Wilayah II Sumatera Kota Pekanbaru.

Masing-masing Truk yang mampu memuat sekitar 43 meter kubik kayu
jenis meranti dan campuran tersebut ditangkap pada Kamis (5/10) kemarin
di perbatasan Kota Pekanbaru dan Kampar.

Truk Kontainer pertama ditangkap di Jalan Kubang Raya sekitar pukul 07.25 WIB. Sementara dua kontainer lainnya ditangkap di Jalan Garuda
Sakti pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan
informasi upaya penyelundupan kayu yang diduga kuat hasil pembalakan
liar hutan lindung di Kabupaten Kuantan Singingi. Sebanyak tiga truk
dilaporkan segera memasuki Pekanbaru untuk melanjutkan perjalanan ke
Medan, Sumatera Utara.

Dari penangkapan kayu yang diperkirakan senilai Rp250 juta
tersebut, petugas turut menciduk enam orang pelaku. Mereka masing-masing terdiri dari tiga sopir dan tiga kernet kontainer.

Keenam pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

“Kami masih mendalami dari mana asal kayu ini, dan siapa
penampungnya. Sejauh ini mereka belum kooperatif dengan kita,” ujarnya.

Hanya saja, berdasarkan informasi pertama yang digali penyidik,
mereka mengaku memperoleh kayu dari Kecamatan Singingi dengan tujuan
Medan atas perintah seseorang berinisial A.

Pelaku sendiri mengaku mendapat upah Rp16 juta untuk sekali angkut dari lokasi pembalakan ke Medan.

“Segera kita turun ke lokasi (Kuantan Singingi) dan kita terus
telusuri kemana serta siapa yang memesan ini,” katanya menambahkan.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017