Beranda Nasional Lebaran, Pusat Oleh-oleh Minang Panen

Lebaran, Pusat Oleh-oleh Minang Panen

113
0
BERBAGI

Kripik Balado dan Karakkaliang Paling Diminati

Sejumlah pusat jajanan dan oleh-oleh yang ada di Kota Padang diburu perantau yang mudik dan ingin kembali ke negeri perantauan. Bahkan penjualan oleh-oleh mengalami peningkatan sekitar 50 persen. Para perantau memburu kripik balado, karakkaliang, rendang dan makanan lainnya.

“Untuk Lebaran ini memang ada peningkatan pembeli sekitar 50 persen dari hari biasanya. Umumnya pemudik dan wisatawan berdatangan dari Pekanbaru, Medan, Bengkulu, Jambi, Kalimantan dan Jakarta,” kata pemilik pusat oleh-oleh Kripik Balado Shirley, Shirley, kepada Padang Ekspres, Jumat (30/6). 

Untuk oleh-oleh yang masih menjadi primadona adalah kripik balado, karakkaliang, kerupuk kulit, kripik kentang dan dakak- dakak dengan kemasan 500 gram. Mulai dibandrol dari harga sekitar Rp 44 ribu per gramnya. ”Untuk produk yang ada di Shirley ini memang olahan kita sendiri dan bisa bertahan hingga 6 bulan lamanya. Selama Lebaran ini menyetok kripik balado, kripik kentang, kripik kulit dan lainnya dua kali lipat hari biasanya,” ungkap Shirley.

Hal senada juga dirasakan Penanggung Jawab Kripik Balado Ummi Aufa Hakim, di Jalan Veteran No 59, Fitria Yeni. “Kripik Balado Ummi Aufa Hakim juga mengalami peningkatan pembeli sekitar 50 persen dari hari biasanya,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya biasanya menyediakan 5 karung ubi mentah untuk persediaan selama 3 hari. Tapi berbeda saat Lebaran, persediaan 5 karung ubi bisa diolah untuk 1 hari saja dan dibagi menjadi berbagai rasa dari kripik dari kripik balado, kripik balado hijau, dan kripik balado rasa manis dan asin dan dibandrol dari harga Rp 30 ribu per gramnya. ”Karena produksi sendiri dijamin kemasannya aman dan tetap enak yang bisa bertahan selama 1 bulan lamanya,” paparnya.

Begitu juga dengan Kripik Balado Christine Hakim di Jalan Nipah dan Adinegoro, Padang. Christine Hakim mengungkapkan juga mengalami peningkatan pembeli. Paling banyak diburu pembeli adalah kripik balado (sanjai), dakak-dakak, karakkaliang yang dibandrol dari mulai harga Rp 45 ribu per kilonya. Biasanya rata-rata pembeli yang datang kebanyakkan dari perantau yaitu Jakarta, Pekanbaru, dan lainnya.

“Untuk seharinya biasanya menyediakan 10 ton kripik balado untuk selama 1 bulan yang diolah dengan berbagai rasa dan olahan lainnya. Untuk Lebaran ini ada penambahan pasokan lagi untuk kripik balado dan yang lainnya menjadi 2 kali lipat dari biasanya,” ungkapnya.

Pembeli, Rizka Halindra, 27, mengatakan membeli banyak kripik balado karena pesanan nenek yang ada di Bogor yang tidak sempat pulang kampung. ”Biasanya nenek memang suka makan kripik ini,” ujarnya.

Pembeli lainnya, Ananda,35, mengaku membeli setengah- setengah kg dari macam- macam kripik balado untuk oleh- oleh teman yang ada di Jakarta. (*)

LOGIN untuk mengomentari.