Beranda Nasional Legislator minta instansi terkait bertemu bahas umrah

Legislator minta instansi terkait bertemu bahas umrah

153
0
BERBAGI

Palembang (Antarasumsel.com) – Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Fahlevi Maizano meminta instansi terkait untuk bertemu kembali membahas masalah regulasi penerbangan jamaah umrah rute Palembang-Jeddah.

Fahlevi Maizano menyampaikan hal itu saat ditanya mengenai pemberangkatan jamaah umrah yang sekarang ini tidak lagi langsung dari Palembang-Jeddah di Palembang, Senin.

Menurut dia, sebaiknya instansi terkait seperti Kanwil Kemenag Sumsel, biro perjalanan dan perusahaan penerbangan untuk bertemu kembali membahas masalah regulasi penerbangan rute Palembang-Jeddah itu.

“Lebih baik mereka membuat jadwal keberangkatan yang sesuai misalnya, dikumpulkan dulu jamaah selama satu bulan hingga berjumlah 300 orang lebih, kemudian baru diberangkatkan,” katanya.

Ia mengatakan, kalau jumlah jamaah umrahnya sedikit yang berangkat melalui rute Palembang-Jeddah wajar dihentikan rute tersebut.

“Wajar saja kalau rute Palembang-Jeddah dihentikan, apalagi jumlah yang berangkat tidak sebanding dengan ongkos operasional pesawat,” ujar wakil rakyat tersebut.

Ia menuturkan, tidak bisa memaksakan untuk memberangkatkan jamaah umrah jika kurang dari 100 orang sementara targetnya dalam satu minggu sebanyak 300 jamaah umrah yang harus berangkat melalui rute tersebut.

“Saya rasa tidak mungkin terpenuhi target itu dan pihak maskapai tidak mau mengangkut jamaah yang paling hanya ada 50 orang, karena dalam hitungan bisnisnya saja sudah tidak sesuai,” paparnya.

Ia menyatakan, bila membandingkan Jakarta dengan Sumsel, Jakarta memang bisa saja mencapai target berangkat dengan rute langsung Jakarta-Jeddah. Hal itu karena, banyak provinsi lain juga berangkat melalui Jakarta dengan pertimbangan ongkos yang lebih murah.

Sedangkan Sumsel belum ada jamaah dari provinsi lain yang berangkat melalui rute Palembang.

Oleh karena itu, Pemprov dan biro travel di Sumsel harus bisa berkoordinasi melihat jumlah jamaah dari provinsi lain seperti Jambi atau Babel untuk bisa berangkat melalui Palembang, agar kuota charter flight rute Palembang-Jeddah bisa terpenuhi, katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017