Beranda Nasional Mahasiswa Jangan Terjebak Pencari Kerja

Mahasiswa Jangan Terjebak Pencari Kerja

104
0
BERBAGI

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago menilai, orang Minang dari dulu hingga kini terjebak dengan mitos negeri asal saudagar, industri otak. 

“Ya, saya lebih setuju menyebutnya mitos. Orang Minang memang terkenal dengan jiwa saudagar, tapi tidak banyak yang bisa dan berani melakoni sebagai enterpreneurship. Banyak potensi yang bisa dijadikan peluang usaha, tapi tidak banyak yang mampu atau berani melakukannya. Akibatnya, angka pengangguran cukup tinggi. Bahkan di atas rata-rata nasional,” ungkap Andrinof kepada wartawan saat jumpa pers Minang Enterpreneurship Award 2017, di Kopertis Wilayah X, di Padang, kemarin. 

Hadir pada kesempatan itu, Koordinator Kopertis Wilayah X Prof Herri, Rektor UNP Prof Ganefri, Ketua Panitia yang juga Dirut PT Semen Padang Benny Wendry, Rektor Unand Prof Tafdil Husni dan sejumlah panitia lainnya. 

Begitu juga dengan mitos Sumbar dikenal dengan daerah penghasil pemikir, industri otak. Imej tersebut tidak sejalan dengan realita saat ini. Penganggur di Sumbar masih tinggi, itupun didominasi lulusan perguruan tinggi.

Berkaitan dengan itu, mahasiswa di Sumbar ditantang untuk menjadi pengusaha. Tantangan itu diberikan dalam bentuk anugerah kewirausahaan mahasiswa, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di Sumbar.

Ada dua kategori yang akan dinilai, pertama untuk start-up, rencana bisnis. Idenya dalam mengembangkan suatu usaha. Kemudian, kategori usaha yang sudah berjalan. Untuk dua kategori ini, dapat diikuti perorangan, maupun berkelompok.

Anugerah Kewirausahaan Mahasiswa Sumbar dengan tema Minang Enterpreneurship Award 2017 dapat melahirkan mahasiswa kreatif. Mahasiswa yang tidak hanya memiliki pola pikir bekerja pada perusahaan mapan dan menjadi pegawai negeri sipil, namun juga melahirkan karya-karya yang kreatif.

Pria kelahiran Padang, 3 November 1962 itu menegaskan, mahasiswa harus memilih menjadi seorang enterpreneur dengan syarat semangat, kemauan dan berani mengambil risiko. Negara tidak akan maju dengan banyaknya pegawai dan ASN, namun karena banyak pengusaha. Menjadi pengusaha adalah pribadi yang tidak mudah menyerah dan selalu optimistis.

Hal senada disampaikan Prof Ganefri. Menurutnya, berdasarkan data yang diperolehnya lulusan perguruan tinggi lebih banyak menganggur dibanding tamatan SLTA. Alasannya, peluang kerja bagi SLTA lebih banyak dan lebih cepat terserap dunia kerja. 

Sebaliknya, lulusan perguruan tinggi masih minim terserap karena peluang kerja sedikit. Kondisi itu diperparah oleh sarjana hanya mengandalkan pencari kerja, bukan membuka lapangan kerja atau berwirausaha. “Oleh karena itu, dengan kegiatan ini kita harapkan mahasiswa harus sudah berpikir membuka lapangan kerja, menjadi pengusaha,” sebutnya.

Sementara Prof Tafdil Husni mengatakan perguruan tinggi harus melahirkan mahasiswa yang mau menjadi pengusaha. Untuk itu, kegiatan tersebut diiniasi Unand sejak tahun 2016, dengan memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang memiliki rencana usaha lebih baik.

“Ini memang kita sengaja inisiasi agar mahasiswa nantinya mau menjadi pengusaha, tidak hanya sampai di situ, tapi nanti sampai aplikasinya di lapangan,” ujarnya.

Ketua Umum Pelaksana Minang Enterpreneurship 2017, Benny Wendry mengatakan, anugerah tersebut dapat meningkatkan motivasi mahasiswa menjadi pengusaha. “Kita optimistis award ini dapat mengubah pola pikir mahasiswa agar mau menjadi pengusaha, bukan pencari kerja,” ujar Dirut PT Semen Padang ini.

Pesertanya, berstatus mahasiswa perguruan tinggi swasta maupun negeri. Mereka diberikan kesempatan sama dan jumlah peserta tidak dibatasi. Rencana usaha yang akan dinilai dilihat dari ide dan kemampuan berkembang. Begitu pula usaha yang sudah berjalan. “Jika ide usaha bagus, punya prospek yang baik. Selain itu penilaian kita berikan dalam bentuk penggunaan teknologi dalam usaha tersebut,” sebutnya.

Bagi pemuncak kategori existing business pemenang satu akan mendapat uang tunai Rp 100 juta, pemenang kedua Rp 50 juta dan pemenang ketiga Rp 25 juta. Sedangkan kategori rencana usaha, start-up business berbasis teknologi pemenang pertama diganjar hadiah Rp 50 juta dan sertifikat, pemenang kedua Rp 25 juta dan sertifikat serta pemenang ketiga Rp 15 juta dan sertifikat.

Minang Enterpreneurship Award 2017 di-launching Wapres Jusuf Kalla pada 15 Juli 2017 di UNP. Untuk pendaftaran penjaringan peserta dibuka sampai 15 September 2017, tahap seleksi 17 September sampai 10 Oktober 2017, final pada 12 Oktober 2017, pengumuman pemenang 14 Oktober 2017 di Auditorium Unand. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.