in

Merasa Disindir Irwandi, Abdullah Saleh Klarifikasi di FB

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Tulak kisah (saling lempar alasan-red) antara DPRA dan eksekutif tentang molornya pembahasan RAPBA 2018, semakin menarik untuk disimak. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, sempat menulis status facebook, terkait hal tersebut.

Tolong Bikin Saya Paham
Bagaimanakah logikanya mobil dipake sendiri dibeli dengan dana aspirasi?
atau
Dana aspirasi digunakan untuk beli mobil yang dipakai sendiri. Bagaimana logika aspirasinya?
Kupiah di kepala tidak lekang2 entah karena alim entah untuk menutupi botak.

Seakan merasa tersindir, anggota DPRA yang juga Ketua Banleg, Abdullah Saleh, SH, dalam status facebooknya, Sabtu (20/1/2018) menulis:

Pak Irwandi Yusuf, kalau yg anda maksud itu adalah saya, maka dapat saya jelaskan; utk tahun 2017 yg lalu, saya selaku Ketua Komisi 1 memang ada mengusulkan pengadaan 1(satu) unit mobil toyota innova sebagai kenderaan DINAS. Dana itu bukan dana program aspirasi tapi dana lain sebagai dana tambahan pada saat menjelang akhir pembahsan KUA/PPAS. Pengadaan mobil itu sepenuhknya dilaksanakan oleh SEKWAN. Saya hanya menggunakan sebagai kenderaan dinas selama 3 bulan dan setelah itu saya kembalikan kepada Sekwan setelah kepada seluruh anggota dewan diberikan tunjangan transportasi. Sebelumnya kepada anggota dewan diberikan pinjam pakai mobil asset Pemerintah Aceh, khusus kepada Ketua Alat Kelengkapan Dewan (para Ketua Komisi dan Ketua Banleg) diberikan Mobil Dinas termasuk saya yg lalu sebagai Ketua Komisi 1 dan sekarang sebagai Ketua Banleg. Saya berharap dengan penjelasan ini pak Irwandi Yusuf menjadi faham. Bila ada yg kurang jelas bisa ditanyakan lagi biar semuanya menjadi klir. Cc Tuwanku Mta Saifullah Abdulgani.

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga saat ini pembahasan RAPBA 2018 belum menemui titik temu. Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) menolak meloloskan berbagai program yang diajukan oleh anggpta DPRA, dengan dalih tidak sesuai dengan nomenklatur keuangan negara. Di samping itu, DPRA pun bersikukuh akan menolak menandatangani dokumen pembahasan, bila TAPA tidak mengakomodir berbagai aspirasi rakyat yang diajukan via anggota legislatif.

Komentar

What do you think?

Written by Julliana Elora

Perkuat Aswaja Pengurus GP Ansor Banda Aceh Gelar Diklat

Beli Motor Kreasi Anak Bangsa Demi Tingkatkan ‘Brand Value’