Beranda Nasional Miliki AK-47, Dua Bandar Narkoba Ditembak Mati

Miliki AK-47, Dua Bandar Narkoba Ditembak Mati

187
0
BERBAGI

Jumat, 24 Maret 2017 16:14 WIB

* Senapan Sisa Konflik, Revolver Inventaris Polri

MEDAN – Mabes Polri kembali menembak mati dua bandar narkoba jaringan Malaysia – Indonesia, dalam penyergapan di Medan dan Aceh Tamiang, Senin (20/3) malam. Tidak hanya menyita barang bukti narkotika, polisi turut mengamankan senapan serbu AK-47 dan ratusan butir amunisi serta sebuah senjata laras pendek, pistol revolver.

Kedua tersangka, Husni dan Azhari alias Al ditangkap dari lokasi terpisah. Husni dibekuk dari kediamannya di Jalan Pondok Surya II, Medan Helvetia, Senin (20/3) malam, sementara Azhari ditangkap tidak lama kemudian di Aceh Tamiang.

Direktur IV Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Danianto, mengatakan, kedua tersangka tidak koorperatif ketika dibawa untuk pengembangan, hingga terpaksa dilakukan tindakan pelumpuhan. “Terlebih dahulu ditangkap tersangka H, kemudian kita bergerak ke Aceh Tamiang menangkap A. Dalam perjalanan di Prangkalanbrandan, A melawan dan mencoba kabur,” kata Eko di RS Bhayangkara, Medan, Kamis (23/3).

Husni berperan sebagai sindikat yang menyelundupkan narkoba dari Malaysia melalui Aceh Tamiang dan kemudian dibawa ke Medan. Sementara Azhari merupakan koordinator yang memerintahkan kurir untuk melaksanakan proses penyelundupan itu.

Yang mengejutkan, dari penggeledahan di dua rumah milik Husni di Jalan Pondok Surya II, dan Jalan Peringgan, Medan Helvetia, polisi mendapati sepucuk AK-47 beserta 250 butir amunisi, pistol revolver berisi lima butir amunisi dan sebilah pisau komando.

Eko meyakini senapan serbu dengan model popor lipat itu adalah senjata sisa komflik di Aceh. Sementara revolver itu merupakan inventaris Polri. Petugas juga menyita empat mobil dan satu motor gede Harley Davidson. “Kita sudah dapati registrasinya, milik Polri. Apakah ada keterlibatan anggota, sedang kita dalami,” lanjut Eko.

Dijelaskannya, keterlibatan tersangka terungkap dari penangkapan Munizar yang berperan sebagai penyelundup untuk wilayah Jakarta. Dari pelaku disita barang bukti sabu-sabu 6,5 kilogram, pil ekstasi 190 ribu butir dan 50 ribu butir happy five. Seluruh barang bukti itu ditemukan di rumah Munizar di ruko mewah Sedayu Square Blok K51, Kamalkapuk, Jakarta.

Eko menyebutkan, sindikat ini sudah memasok narkoba dari Malaysia ke Indonesia secara rutin sejak tujuh tahun lalu.

Baru-baru ini Mabes Polri juga menembak mati penyelundup narkoba asal Aceh, Abdurrahman alias Naga (50) ketika dibawa untuk menunjukkan gudang penyimpanan narkoba di kawasan Sunggal, Deliserdang, Sumut, Senin (6/3). Dalam operasi itu petugas menyita sabu-sabu 48 kilogram dan 70 ribu butir pil ekstasi asal Malaysia yang dipasok melalui Sungai Iyu, Aceh Tamiang.

Pada 2 Maret lalu, giliran Polda Sumut yang menembak Ibrahim (32) warga Idi Rayeuk, Aceh Timur di Jalan Ringroad, Medan Sunggal ketika akan mengedarkan tujuh kilogram sabu-sabu.

Kasubtdit III Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Sugeng Riyadi, ketika itu mengatakan pelaku membawa sendiri sabu-sabu itu dari Aceh dengan mengemudikan mobil Suzuki Escudo BM 8266 PB. Rencananya sabu-sabu itu akan dipasarkan di Pekanbaru, Riau.

Penembakan Ibrahim hanya berselang sehari dari operasi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap sindikat penyelundup narkoba Aceh di Jalan Gatot Subroto, Medan Sunggal. Dalam operasi itu seorang pelaku, Rizawan Is (38) penduduk Aceh Utara, tewas ditembak karena mencoba kabur dari sergapan petugas. (mad)