Beranda Nasional Mungkin Jawaban “Ada Masalah?” Pantas Untuk Mereka Yang Terus Bertanya “Kapan Nikah”

Mungkin Jawaban “Ada Masalah?” Pantas Untuk Mereka Yang Terus Bertanya “Kapan Nikah”

344
0
BERBAGI

Siapa yang tak kesal jika terus di tanyai “kapan nikah”. Entah itu kita masih jomblo, atau pun sudah punya pasangan. Jangankan yang jomblo, yang sudah punya pasangan saja terkadang geram. Sebab ada kemungkinan bahwa yang punya pasangan itu sedang memikirkan hal lain yang mengharuskan dia dan pasangan menundanya terlebih dahulu. Atau dia dan pasangan sering bertengkar sehingga belum siap untuk melangkah ke jenjang pernikahan, dengan alasan tidak mau terburu-buru karena takut salah pilih.

Sekali dua kali mah tak masalah lah ya, tapi jika sering terjadi dan berkali-kali jumlahnya hingga tak terhitung lagi maka itu sudah kejahatan namanya. Apa bukan kejahatan itu namanya jika ingin selalu tahu sekaligus ikut campur urusan orang lain. Bahkan menurutku berkali-kali bertanya “kapan nikah” itu seolah-olah ngeledek bahwa kita tak laku-laku. Kepala ini seperti ingin terbakar, kapan Tuhan akan mengirimkan para malaikat untuk membungkam mulut mereka yang suka usil bertanya “kapan nikah”.

Tapi meskipun dengan niat yang berbeda, seperti sikap peduli terhadap kita agar segera menyusul mereka yang sudah terlebih dahulu melangkahkan kaki ke pelaminan, tapi menurutku pertanyaan seperti itu sangat sensitif untuk di ungkapkan. Jika umur masih 20an mah masih tenang lah ya, tapi jika umur sudah menginjak 25 ke atas maka rasa was-was sudah mulai melanda. Terlebih jika di tambah dengan pertanyaan “kapan nikah” dari orang-orang. Seakan-akan kita ini seperti maling yang lagi di kejar-kejar anjing. Hanya saja bedanya kita ini di kejar-kejar perasaan agar bisa cepat nikah.

Terlebih para tetangga yang sering pada ngrumpi kurang kerjaan. Karena saking nggak punya kerjaannya, mereka sampai rela-relaan ikut campur urusan orang lain. Apa nggak hebat itu namanya, kerjaan dia sendiri saja belum tentu dia kerjakan, entah kelar atau pun belum e dia malah mencampuri urusan orang lain.

Kayak tetangga-tetangga aku tuh ya, pada kurang kerjaan ngomongin tetangga lain, plus selalu bertanya “kapan mau nikah”. Pasti enek juga kan lama-lama. Ada tuh tetanggaku, udah bapak-bapak tapi mulutnya lebih parah dari ibu-ibu yang jago rumpi, pedasnya minta ampun. Ya Tuhan seperti di sambar geledek, nyesek sampi ke ubun-ubun rasanya.

Baca Juga: Bagi Jomblo, Menikah Itu Perkara Mudah, Yang Jadi Masalah “Mau Nikah Sama Siapa?”

“Ayo buruan nikah, umur udah 25. Anak aku aja baru SMA udah punya cowok” katanya. Ya elah punya cowok aja bangga, dia pikir ane nggak tahu kalo anak gadisnya itu keluyuran terus pulang-pulang larut malam sama cowoknya. Kalo ane mau sembarangan ya, itu cowok sekampung udah ane pacarin, cuma kita kan pilih-pilih dulu mana yang baik.

Inilah yang sering buat orang gregetan, dia sendiri punya aib tapi pura-pura tak tahu dengan dalih malah ingin membuka aib orang. Tapi kalo aku rasa, hanya karena belum nikah itu bukanlah suatu aib ya, melainkan belum waktunya menurut Tuhan. Untung masih punya kesabaran, belum lagi memandang bahwa dia adalah orang tua, yang sudah selayaknya untuk di hormati.    

Maka dari itulah aku sering kali membuat artikel tentang “kapan nikah”, dengan harapan agar yang selalu bertanya dan yang di tanyai sama-sama di beri jalan oleh Tuhan. Tak masalah jika kita belum juga nikah, asalkan kita selalu menjaga diri kita. Karena harga diri itu mahal sekali harganya, dan sudah sepantasnya untuk kita jaga. Pasti orang tua akan lebih bangga terhadap kita.

Lha daripada cepat dapat pasangan tapi dengan cara yang salah. Sebenarnya bagi kita merupakan suatu perkara mudah jika hanya ingin sekedar mencari pasangan. Aku saranin ya, berdiri aja di pinggir jalan, kali aja ada yang ngajak kenalan.

Tapi yang kita cari kan bukan hanya sekedar pasangan, melainkan juga pasangan hidup, yang mana kita tak boleh sembarangan. Soal mereka yang suka bertanya “kapan nikah”, lebih baik diamkan saja, anggap itu ujian Tuhan untuk mempertebal iman kita. Tapi jika mereka memang butuh jawaban kita, mungkin kita bisa nanya balik dengan kalimat “ada masalah?”. Kita kan bukan beban mereka, dan aku yakin setelah itu mereka pasti tak bakalan bertanya lagi. 

BERBAGI
Artikel sebelumyaLaba Bersih PT Bukit Asam Rp2,02 Triliun
Artikel berikutnyaBebal