in

Pelaku Pasar Fokus ke AS

Jakarta – Depresiasi rupiah terhadap dollar AS diperkirakan masih berlanjut meskipun dengan tingkat pelemahan tak terlalu dalam dikarenakan intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar uang.

Pelaku pasar uang saat ini mengarahkan fokusnya ke Amerika Serikat (AS), termasuk data ekonomi di sana dan propabilitas kenaikan bunga acuan oleh bank sentral setempat (The Fed).

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (11/12) sore, melemah 44 poin dari sehari sebelumnya menjadi 13.574 rupiah per dollar AS, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal di Jakarta, kemarin mengatakan nilai tukar rupiah melemah seiring terjaganya dollar AS setelah perilisan data upah non-pertanian (Non Farm Payroll/ NPF) yang lebih baik dari estimasi.

“Situasi itu memperkuat untuk adanya kenaikan suku bunga AS di pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini,” katanya. Dia menambahkan hasil survei median terhadap 41 ekonom menunjukkan ekonom masih berekspektasi kenaikan suku bunga dapat lebih cepat, salah satunya proyeksi kenaikan di bulan Juni 2018 menjadi Maret 2018. 

Ant/E-10

What do you think?

Written by Julliana Elora

Uang Tunai Rp260 Juta Ludes Dilalap Api

Ini 6 Aplikasi Android Penambah Kecepatan Internet