in

Peluncuran Spesifikasi Kapal Baru Basarnas Buatan Batam

PT. Palindo Marine Batam kembali berhasil mengerjakan kapal terbaru berkelas dunia. saat ini giliran dua kapal pesanan Badan SAR Nasional (Basarnas) yang selesai pembuatannya dan telah launching, Kamis (13-Oktober).

PT Palindo Marine, Sei Binti Sagulung, Batam, meluncurkan tiga unit kapal yang dipesan Basarnas, Senin (5-November-2017).

Ketiga  kapal tersebut akan ditempatkan di Padang, Ambon, dan Manokowari.

Dua kapal yang diberi nama KN SAR Baladewa dan KN SAR Pandudewanata itu resmi dilucurkan di galangan PT Palindo Marine Batam di Sagulung, Batam, oleh Kepala Basarnas, Marsdya TNI Bambang Soelistyo. Kedua kapal ini nantinya akan dioperasikan di wilayah Sorong dan Ternate.

Presiden Direktur PT Palindo Marine, Harmanto, melalui Direktur PT Palindo Marine, Charles Wirawan, menjelaskan kedua kapal tersebut memiliki spesifikasi dan teknologi yang sangat modern. Kapal berbahan aluminium tersebut memiliki panjang panjang 40 meter, lebar 7,6 meter dengan kecepatan mencapai 30 knot.

“Mesinnya ada tiga yakni mesin MAN dari Jerman,” ujar Charles.

Tidak itu saja, perlengkapan navigasi dan sistem komunikasi merupakan peralatan terbaru dan modern yang dilengkapi dengan proteksi bahaya kebakaran dalam kapal.

“Kapal-kapal ini juga dilengkapi mesin bantu dan bisa menampung 23 kru kapal di dalamnya,” terangnya.

Mewakili perusahaan, Charles menyampaikan rasa terimakasihnya atas atas kepercayaan yang diberikan Basarnas mengerjakan kapal tersebut. Selama ini PT Palindo Marine memang sudah menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan kapal negara. Kepercayaan pemerintah itu, kata Charles, tidak terlepas dari mutu dan hasil kerja yang ditunjukan oleh PT Palindo Marine.

“Kami selalu mengedepankan mutu dengan sistem kerja yang disiplin dan terwasi. Sehingga kapal-kapal hasil buatan kami selalu memuaskan. Ke depannya kami berharap agar kepercayaan serupa terus berlanjut,” ujar Charles.

Sementara Kepala Basarnas, Marsdya TNI Bambang Soelistyo, mengatakan pengadaan dua kapal yang menelan anggaran sekitar Rp 50 miliar per unit itu, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan alat utama Basarnas agar kinerja Basarnas dalam menanggapi bencana dan ancamannya semakin maksimal nantinya.

“Kita tahu bahwa pergerakan dan keberadaan alat tranportasi semakin padat saat ini. Peluang bencana bisa terjadi kapan saja. Basarnas yang diberikan tanggungjawab untuk  membantu dan mengatasi bencana tersebut sangat perlu perlengkapan penunjang seperti ini,” katanya, kemarin.

Tahun 2016 ini, kata Bambang, Basarnas dipercaya pemerintah untuk menambah tiga unit kapal serupa. Selain di PT Palindo Marine, satu unit kapal lainnya juga dibuat di Batam namun di perusahaan galangan kapal lain.

“Satunya lagi dalam proses pengerjaan dan di Batam juga. Satu kapal yang masih dalam pengerjaan itu nantinya akan di tempatkan di sini (wilayah Kepri),” katanya.

Saat ini Basarnas memang sudah memiliki sejumlah kapal yang ditempatkan di masing-masing kantor Basarnas wilayah se Indonesia. Namun keberadaan kapal penunjung itu belum maksimal.

“Masih banyak yang dibutuhkan. Idealnya sekitar 100 unit tapi yang ada baru sekitar 67 unit yang ditempatkan di masing-masing wilayah Basarnas di Daerah,” ujar Bambang.

Untuk mencapai angka ideal tersebut, kata dia, tak bisa diadakan secara serentak karena memang anggaran yang dikucurkan pemerintah juga terbatas. Pengadaan akan dilakukan secara berkala sesuai alokasi anggaran yang ada.

“Ada tiga langkah yang dilakukan oleh Basarnas untuk meningkatkan alat utama kapal ini. Satu di antaranya dengan pengadaan seperti ini yang dilakukan secara bertahap dan dua lainnya adalah modernisasi kapal-kapal yang sudah ada serta penggantian kapal-kapal yang sudah tak efektif lagi,” paparnya.

Bambang tidak menarget kapan jumlah kapal Basarnas bisa mencapai angka ideal itu, namun pemerintah diyakini Bambang sudah memperhitungkan kebutuhan instansinya itu.

“Armada memang belum ideal, tapi yang lebih penting peran SDM-nya. Semangat dan totalitas kerja rekan-rekan Basarnas itu yang penting. Kekurangan ini akan diperhitungkan pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu Bambang berharap agar semua unsur instansi terkait, pemerintah daerah dan masyarakat sama-sama saling bahu membahu untuk menangangi ataupun menanggulangi bencana yang terjadi ataupun akan terjadi.

“Karena untuk masalah bencana ini, bukan tanggung jawab Basarnas semata. Komponen-komponen terkait seperti TNI, Polri, Pemda dan masyarakat yang memiliki kemampuan tetap menjadi mitra kerja yang baik bagi Basarnas,” ujar Bambang.

Dua kapal yang dikerjakan oleh PT Palindo Marine ini, jelas Bambang, memiliki spesifikasi yang moderen dan dirancang sesuai dengan situasi periaran di Indonesia pada umumnya. Kapal tersebut terbuat dari bahan aluminium dengan kecepatan mencapai 30 knot. Dengan panjang dan kecepatannya sepadan, yakni 40 meter dan kecepatan mencapai 30 knot, akan memudahkan saat manuver dan antisipasi gelombang laut yang ada di Indonesia.

“Itu sudah pas berdasarkan pengelaman kebutuhan kapal Basarnas. Biasanya kecepatan kapal hanya tiga sampai empat knot, tapi yang baru ini bisa 29 sampai 30 knot. Ini luar biasa,” ujar Bambang.

Selain itu kapal dengan lebar 7,6 meter itu juga dilengkapi dengan perlatan navigasi yang modern dan sistem proteksi bahaya kebakaran yang ampuh. “Dengan adanya dua kapal yang cukup canggih ini, kami optimis bahwa kinerja kerja Basarnas dalam menanggulangi bencana akan semakin cepat dan sigap nantinya. Ini semua demi kebaikan kita bersama. Dan kami berharap masyarakat tetap peran aktif untuk sama-sama menanggulangi bencana-bencana yang mungkin saja akan terjadi kedepannya,” tutur Bambang.

Seperti dibertiakan Batampos, pada Kamis (13/10) BNPP mendapatkan tambahan dua armada kapal baru yang keduanya dikerjakan oleh produsen lokal.  PT Palindo Marine Batam yang dipilih oleh BNPP untuk mengerjakan kapal tersebut telah sukses mengerjakan kapal canggih berkualitas dunia.

Kapal yang diberi nama KN SAR Baladewa dan KN SAR Pandudewanata tersebut resmi diluncurkan di galangan PT Palindo Marine Batam di Sagulung, Batam. Peluncuran tersebut dihadiri oleh Kepala BNPP, Marsdya TNI Bambang Soelistyo. Kedua kapal tersebut akan dioperasikan di wilayah operasi Sorong dan Ternate.

Kedua kapal yang memiliki panjang panjang 40 meter, lebar 7,6 meter dan mampu melaju sampai kecepatan mencapai 30 knot tersebut memiliki spesifikasi dan teknologi yang sangat modern. Berkapasitas 23 kru, keduanya memiliki perlengkapan navigasi dan sistem komunikasi terbaru dan modern yang telah dilengkapi dengan proteksi bahaya kebakaran.

Kepada PT Palindo Marine dan seluruh perusahaan galangan kapal yang ada di Batam, Bambang juga berharap agar tetap menjadi yang terbaik agar terus mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk proyek-proyek pengadaan kapal serupa.

“Kualitas dan mutunya harus tetap dijaga. Ini sudah bagus dan tingkatkan terus agar kepercayaan serupa juga datang dari luar negeri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Bambang juga apresiasi kepada PT Palindo Marine yang sudah mengerjakan kapal-kapal tersebut tepat waktu dan tidak melenceng dari spesifikasi yang ditentukan sejak awal.

“Ini hasil karya anak bangsa. Ini luar biasa dan kami apresiasi itu,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara peluncuran itu, Perwakilan Basarnas wilayah Sorong dan Ternate, Jajaran TNI AL di Kepri, serta perwakilan dari Bank Mandiri selaku patner kerja PT Palindo Marine. Peluncuran dua unit kapal tersebut ditandai dengan pemotongan tali pengikat kapal yang dilakukan oleh Bambang bersama jajarannya.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Indonesia Kalah Telak dari Malaysia

Ujung Berung, Tiga Dekade Konsisten Memasok Band-band Beraliran Metal