Beranda Nasional Penetapan Orang Tua Asuh Tunggu Penyelidikan Polisi

Penetapan Orang Tua Asuh Tunggu Penyelidikan Polisi

17
0
BERBAGI

Kamis, 14 Maret 2019 11:06 WIB

* Terkait Penemuan Dua Bayi di Nagan

SUKA MAKMUE – Dinas Sosial Nagan Raya hingga kemarin belum menetapkan siapa orang tua asuh untuk merawat hingga dewasa dua bayi yang ditemukan di dua lokasi dan waktu berbeda di kabupaten itu. Untuk menetapkan orang tua asuh bayi itu, Dinas Sosial setempat masih menunggu selesainya penyelidikan oleh polisi mengungkap siapa pelaku atau orang tua kedua bayi tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua bayi tersebut masing-masing ditemukan di dalam kardus air mineral depan rumah warga Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Senin (11/3) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dan di Desa Meunasah Pante, Kecamatan Beutong, Jumat (1/3) saat shalat Magrib. Kedua bayi itu berjenis kelamin perempuan.

“Penetapan orang tua asuh kedua bayi itu masih menunggu selesainya penyelidikan oleh polisi. Sebelum itu, bayi tersebut masih menjadi tanggung jawab kami,” ujar Kadis Sosial Nagan Raya, Nasruddin, saat dikonfirmasi Serambi, di Suka Makmue, Rabu (13/3).

Karena di Nagan Raya saat ini belum ada tempat penitipan bayi, menurutnya, satu bayi dititipkan pada Keuchik Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir dan satu lainnya dititipkan pada Kepala Puskesmas Beutong. Langkah itu dilakukan agar bayi-bayi tersebut mendapat perawatan yang lebih baik dan dalam perawatannya didampingi oleh bidan desa.

Secara terpisah, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Nagan Raya mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku penelantar dua bayi yang ditemukan di daerah tersebut. Hal itu bertujuan untuk mencegah terjadinya kasus yang sama di emudian hari. Karena itu, para pelaku harus ditangkap.

“Bulan ini sudah dua bayi ditemukan yang kami duga sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya yang hingga saat ini belum terungkap. Karena itu,k kita mendesak polisi segera mengungkap siapa pelakunya,” harap Ketua P2TP2A Nagan Raya, Agus Jalizar, kepada Serambi, Rabu (13/3).

Dengan tertangkapnya pelaku pembuang bayi tersebut, ia berharap bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak dan peristiwa yang sama tak terulang lagi di masa mendatang. “Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dilindungi, dijaga, dan disayangi, bukan ditelantarkan. Binatang saja menyayangi anaknya, tapi saat ini ada sebagian manusia yang diberikan akal dan pikiran malah menelantar anaknya,” ungkap Agus Jalizar dengan nada kesal.(c45)