Beranda Nasional Petani Tewas Tergantung di Pintu Kamar

Petani Tewas Tergantung di Pintu Kamar

249
0
BERBAGI

Warga Pasapaneh, Jorong Kapa Selatan, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Suo, Revi nekat mengakhiri hidupnya dengan kabel listrik. Pria yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian ini, ditemukan tewas tergantung, Jumat (2/12) sekitar pukul 10.45 di depan pintu kamarnya.

Diduga masalah keluarga dan ekonomi yang memicu korban mengambil jalan pintas tersebut. Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri yang dibantu kabel listrik.

Jasad korban pertama kali ditemukan istrinya Lisa Siswati, 29. Lisa menemukan korban dalam posisi tergantung di pintu kamarnya ketika hendak meletakkan pakaian yang telah dilipat ke dalam kamarnya. 

Begitu melihat kejadian itu, dia terkejut dan memberitahukan ke ibu mertuanya, Silastri, 58. Tak lama kemudian, datang mertua laki- laki Lisa, Darmawi, 62. Ketiganya, berusaha menolong korban dengan memutus kabel sebagai tali gantungan.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Jambak. Saat tiba di rumah sakit milik pemerintah daerah itu, diduga korban sudah meninggal dunia. “Korban diduga gantung diri. Polisi sudah ada di lokasi untuk menindaklanjutinya,” kata salah seorang saksi mata Abdul Hamid, 29, kepada Padang Ekspres, kemarin. 

Kapolsek Pasaman, Iptu Luhur Fachri Utomo menyebutkan, telah mengidentifikasi ke lapangan dan dugaan sementara memang murni gantung diri.

“Apa penyebab korban gantung diri kita belum tahu pasti. Diduga, korban gantung diri akibat persoalan keluarga atau masalah ekonomi. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Jasad korban sudah diserahkan ke keluarganya untuk disemayamkan,” katanya.

Sebelumnya, kasus bunuh diri juga terjadi di daerah itu. Diduga akibat depresi, seorang anggota Polres Pasbar Avit Afandi, 22, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (3/11).

Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab pasti korban berpangkat bripda itu nekat gantung diri. Korban diduga bunuh diri karena tidak ada terlihat bekas kekerasan. (*)

LOGIN untuk mengomentari.