in

Puasa Serentak

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1438 Hijriah jatuh pada Sabtu (27/5) hari ini. Penetapan itu berdasarkan sidang isbat, yang menyebutkan di awal sidang setidaknya empat titik berhasil melihat hilal, kemarin (26/5).

Ini, artinya awal pelaksanaan Ramadhan tahun ini serentak hampir seluruh umat muslim Indonesia. Beberapa tahun sebelumnya, terjadi perbedaan awal puasa. Memang, beberapa saudara muslim kita beberapa hari lalu sudah ada yang berpuasa, dan sebagian lainnya baru akan melihat hilal nanti malam, kita tetap menghormati kepercayaan para saudara kita tersebut. 

Umat Islam menyambut kedatangan Bulan Ramadhan dengan suka cita. Tadi malam, hampir seluruh masjid dan mushalla dipenuhi para jamaah untuk melaksanakan ibadah tarawih. Umat Islam kembali tergerak untuk mendapatkan berkah dan ridha Allah SWT. 

Perintah berpuasa tertuang dalam Surat Al Baqarah Ayat 183. Kewajiban berpuasa sudah diperintahkan Allah kepada orang-orang sebelum datangnya agama Islam. 

Bulan Ramadhan dirindukan umat Islam karena memberi kesempatan banyak dan luas untuk mendapatkan berkah melalui amalan. Ketakwaan yang meningkat, juga kesalehan, kesabaran, kesehatan, pengetahuan, dan wawasan adalah di antara berkah itu.

Bulan Ramadhan, yang di dalamnya menandai turunnya Al Quran dan malam Lailatul Qadar, sudah semestinya menjadi rahmat yang menyejukkan. Al Quran memberikan petunjuk bagi manusia dan malam Lailatul Qadar jelas mengajarkan tentang hidup mulia. 

Di tengah roda kehidupan modern yang sangat menuntut, boleh jadi puasa dirasa semakin memberatkan. Namun, dengan keikhlasan, kita yakin yang berat pun akan terasa ringan. Bahkan, Allah Yang Maha Pemurah memberikan keringanan kepada mereka yang sakit dan dalam perjalanan untuk tidak berpuasa. Mereka yang terkendala untuk menjalankannya pun diberi ruang dengan membayar fidiah, yaitu memberi makan orang miskin. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat mengumumkan awal Ramadhan tadi malam mengimbau masyarakat untuk menjaga kesucian Ramadhan. Kita betul-betul menghayati, memahami makna esensi dari Ramadhan. Ramadhan adalah selain bulan suci yang senantiasa kita jaga kesuciannya, Ramadhan juga bulan muhasabah. Bulan tempat kita melakukan evaluasi. 

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/ Kota di Sumbar sejak jauh-jauh hari sudah mengingatkan warganya agar tidak menodai kesucian Ramadhan. Rumah makan diminta untuk tidak buka pada siang hari. Tempat hiburan malam juga diperintahkan tutup selama  Ramadhan. Jika melanggar, sanksi tegas sudah disiapkan.

Namun, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, masih ada saja pemilik rumah makan yang membandel buka siang hari. Mereka mengakali dengan menutup warungnya dengan kelambu. Yang lalu biarlah berlalu. Kita berharap tidak terjadi lagi pada Ramadhan tahun ini.

Yang tak kalah penting adalah, para orangtua harus mengawasi anaknya keluar rumah benar-benar melaksanakan Shalat Tarawih. Bukan keluyuran, nongkrong di warung internet. Apalagi meletuskan mercon yang dapat mengganggu kekusyukan umat Islam beribadah. 

Selamat berpuasa. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Ratusan Guru Belum Berkompeten

Melalui Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Awal Puasa