in

Rio Bastian, Tak Pernah Kehabisan Energi Berkarya

Berkiprah di dunia musik, bukan semata-mata ditandai dengan keberadaan album. Namun lebih dari pada itu, bagaimana senantiasa bisa mengasah jiwa seninya yang sudah mengakar sejak kecil. 

Begitulah filosifis hidup yang dipegang Rio Bastian. Penyanyi yang sudah mengorbitkan tiga album itu, seakan tak pernah kehabisan energi mengasah kemampuan bermusiknya.

Bahkan lewat dorongan teman-teman seprofesinya, membuat Uncu Bas—panggilan akrabnya—mencoba peruntungan mengeluarkan album sendiri. Tak tanggung-tanggung, dia berduet dengan Rayola dengan hits lagu “Hanyo Punyo Cinto” itu.

Pertengahan Ramadhan 1438 Hijriyah lalu, pria kelahiran 5 Januari 1974 itu, baru saja mengorbitkan album ketiganya bergenre pop kreatif. Salah satu hit lagu dalam album ini yang sering didengar di angkutan kota, lapak dan toko musik di Padang, berjudul “Padiahnyo Cinto dan Takana Mandeh”.

Kepada Padang Ekspres, Uncu Bas menuturkan bahwa bermusik merupakan darah yang telah mengalir di tubuhnya sejak kecil. 
Orangtuanya lah  paling berperan mendekatkan Uncu Bas dengan musik. Sang orangtua yang berlatar belakang seniman musik, sering mengajaknya manggung dan mengisi sejumlah acara. 

Lama-ke lamaan, kebiasan itu terus menjalar dalam dirinya. Akhirnya, Uncu Bas pun semakin matang dan mantap berkiprah di dunia musik, baik menciptakan lagu maupun bermain keyboard di pentas-pentas musik.

Di samping itu, hobi mengikuti orangtua mengisi panggung mengantarkannya sering mengikuti ajang festival musik. Sejumlah penghargaan musik pun kerap diraihnya. “Alhamdulillah, sudah ada tiga album,” ucapnya.

Keberanian Uncu Bas mengorbitkan album sendiri tahun 2012, diakuinya, menambah kepercayaannya. Terlebih, hal itu, juga membuat kepercayaan sang produser. Akhirnya, lahirlah hit lagu berduet bersama Rayola dengan lagu “Hanyo Punyo Cinto” dan “Padiah Ditusuak Duri Cinto”.

 “Ya, saya diminta menyanyikan beberapa lagu yang sudah disiapkan dan diminta mencari rekan duet. Setelah banyak pertimbangan, saya mengajak Rayola tampil duet,” sebut pemilik nama Basre yang juga alumni SMKN 1 Padang itu.

Keputusannya itupun tidak sia-sia, album perdananya laku di pasaran musik. Sejak itulah, dia semakin yakin berkiprah untuk mengeluarkan album. Biar begitu, dia tetap mempertimbangkan waktu yang tepat sewaktu akan mengorbitkan album.

 “Ya, meskpun antara album saya ada jeda, namun masih tetap seperti biasa manggung dan main keyboard. Baru 2014, saya kembali melahirkan album bergenre remix , seperti lagu “Apak Sidulah” dan “Uda Kapulang Juo”,” tutur suami dari Titi Sumarni itu.

Kini, kesibukannya terus bergulir. Bernyanyi, manggung dan bermain keyboard, menjadi aktivitas rutinnya. Di samping itu, tahun ini Uncu Bas juga berencana menelurkan album bergenre slow rock.

“Ya mudah-mudahan dikabulkan, target tahun ini untuk album selanjutnya. Saat ini dalam pemilihan lagu dan persiapan lainnya,” beber ayah dari Kefin Bastio itu.

Dalam kacamata Uncu Bas, saat ini musik Minang mengalami perkembangan pesat dan sudah menjadi raja di rumah sendiri. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya lagu Minang yang telah dinyanyikan banyak kalangan.

“Musik Minang itu terus berkembang dan berubah. Buktinya, dulu orang banyak malu nyanyi Minang. Saat ini sudah semua umur senang dan menikmati lagu Minang,” ucapnya anak rang Pisang Pauh Padang itu.

Di samping itu, kehadiran penyanyi-penyanyi muda semakin membuktikan lagu Minang kian digandrungi semua pihak. Dia berharap, ke depannya bisa terus berkarya dan mampu melahirkan album-album selanjutnya. “Insya Allah SWT, saya akan terus berkiprah dan mengorbitkan album-album selanjutnya dan diterima masyarakat,” tuturnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Menteri Desa Diperiksa KPK

Padang Bakal Miliki Pusat Studi Quran