in

RSUD Mataram : layanan bayi tabung tunggu registrasi alat

Mataram (ANTARA News) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra mengatakan pelayanan program bayi tabung di rumah sakit tersebut masih menunggu registrasi alat dari pemerintah.

“Jika registrasi alat dari Kementerian Kesehatan sudah kami terima, pelayanan bayi tabung bisa langsung kami buka,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Pernyataan itu disampaikannya karena target pembukaan program bayi tabung di RSUD Mataram tidak tercapai tahun 2016, bahkan hingga saat ini belum terealisasi.

Pria yang bisa disapa dr Jack ini mengatakan, berbagai persiapan ruangan dan sumber daya manusia (SDM) sudah saat siap, namun pihaknya belum bisa membuka pelayanan secara umum jika registrasi peralatan belum keluar.

“Kendala kami hanya pada registrasi alat ini, dan kami dijanjikan registrasi itu akan keluar akhir bulan Januari atau paling lambat awal Februari 2017,” katanya.

Menurutnya, program layanan bayi tabung di RSUD Kota Mataram akan menyasar masyarakat menengah ke bawah yang betul-betul tidak bisa memiliki keturunan.

Dengan demikian, tarif yang akan ditetapkan untuk pelaksanaan program ini akan dipertimbangkan untuk ditetapkan serendah mungkin melalui peraturan daerah.

“Gambaran tarif layanan bayi tabung ini sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta. Jumlah itu jauh dibandingkan dengan rumah sakit swasta yang memiliki tarif hingga ratusan juta,” katanya.

Ia mengatakan, sebagai embrio layanan program bayi tabung, RSUD Kota Mataram sejak tahun 2016 telah melaksanakan program inseminasi.

Melalui program inseminasi ini, katanya, sudah banyak pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan berhasil punya anak.

“Jadi sebelum bayi tabung, kita akan menyarankan agar pasangan suami istri bisa mengikuti program inseminasi. Kalau sudah mentok barulah kita arahkan ke layanan bayi tabung,” ujarnya. 

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

What do you think?

Written by virgo

Java Jazz Festival 2017 targetkan 120.000 pengunjung

Telegram akan tambah panggilan suara