Beranda Nasional SDM Berkualitas Harga Mati, Pelalawan Cerdas Terus Digalakkan

SDM Berkualitas Harga Mati, Pelalawan Cerdas Terus Digalakkan

168
0
BERBAGI

Administrator | Kamis,08 Juni 2017 – 14:02:39 WIB

Dibaca: 265 kali 

PELALAWAN – Memasuki dua periode menjabat, Bupati Pelalawan HM Harris kembali mendapat apresiasi soal komitmennya memperkokoh perilaku anak bangsa dengan pendidikan. 

Namanya program Pelalawan Cerdas. Program ini juga menjadi salah satu program unggulan HM Harris untuk membangun Pelalawan. 

Pada dasarnya, dalam hidup ini setiap manusia membutuhkan apa yang dinamakan dengan ilmu. Dengan ilmu, setiap manusia dapat berkembang menjadi apa yang ia inginkan, menjadi seperti apa yang ia cita-citakan, dan mampu bersaing dengan manusia lain dalam berbagai aspek kehidupan.

Ilmu tadi hanya dapat diperoleh melalui pendidikan terutama dalam pendidikan formal atau biasa disebut dengan sekolah. Di sekolah-sekolah diajarkan mengenai berbagai tatanan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek kehidupan. Diantara tujuan atau visi sekolah salah satunya yaitu mencerdaskan bangsa Indonesia.

Tujuan atau visi sekolah inilah yang ingin diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan saat ini. Di bawah kepemimpinan Bupati HM Harris, Pelalawan ingin menciptakan sumber daya manusia (SDM) anak negeri yang cerdas tanpa terkecuali.

Untuk itulah, Pelalawan Cerdas, menjadi salah satu program prioritas Pemkab Pelalawan. Dalam program ini, pola membangun sektor pendidikan ini tak hanya difokuskan pada pendidikan sembilan tahun, melainkan pada setiap jenjang pendidikan.

“Sebab semua anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan berkualitas itu tanpa membedakan kelas sosial maupun tingkat perekonomian keluarga,” ungkap Bupati Pelalawan HM Harris, yang ditemui beberapa waktu lalu seperti ditulis koranriau.

Menurut Harris, seperti yang tertuang dalam Pasal 31 UUD 1945, diamanatkan bahwa pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara, untuk itulah sejak tahun 2013 lalu, Pemkab Pelalawan me-launching program pendidikan gratis yang dinamakan Program Pelalawan Cerdas. Pembiayaan program ini murni berasal dari APBD Pelalawan.

Program ini tidak main-main. Ada landasan hukum tentang pendidikan gratis ini di Kabupaten Pelalawan, yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2013. Tak hanya itu, untuk menguatkan penerapan pendidikan gratis di Kabupaten Pelalawan, kebijakan ini tertuang juga dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Gratis.

Program Pelalawan Cerdas yang diluncurkan Pemkab Pelalawan ini diharapkan menjadi solusi cerdas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Negeri Tuah Seiya Sekata ini. Ini sejalan pula dengan UUD 1945 ayat 3, dimana disebutkan kalau pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

“Pendidikan gratis inilah langkah ini dalam upaya menciptakan SDM yang berkualitas di Kabupaten Pelalawan. Apalagi membangun sektor pendidikan ini merupakan kewajiban kita sebagai pemerintah sesuai yang tertuang dalam UUD (1945),” papar Harris.

Pemerintah, lanjut Bupati HM Harris, pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk terselenggaranya pendidikan gratis ini. Dana penyelenggaraan pendidikan gratis ini merupakan alokasi anggaran terhadap komponen tertentu.

“Kebijakan Pemkab Pelalawan dalam melaksanakan pendidikan gratis ini adalah untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi anak-anak dalam usia tumbuh-berkembang tak bisa mengenyam pendidikan hanya karena mahalnya biaya sekolah yang dikomersialisasikan,” bebernya.

Pelalawan Cerdas juga menjadi harga mati bagi Kabupaten Pelalawan. Pemkab Pelalawan bahkan mengharuskan para orangtua untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Akan ada sanksi bagi para orangtua yang tak mau menyekolahkan anak mereka sementara biaya sekolah telah `ditanggung semuanya oleh pemerintah. 

“Jadi, tidak ada lagi alasan orangtua untuk tidak menyekolahkan anak hingga ke tingkat SMA,” tegas HM Harris.

Bupati yang digadang-gadang maju di Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018 mendatang ini melanjutkan, untuk menciptakan Kabupaten Pelalawan yang maju, ditentukan oleh sektor pendidikan. Sebab dengan pendidikan tentunya akan mencetak SDM yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill.

Pendidikan juga merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal, maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa.

Bupati mencontohkan negara Jepang yang ahli teknologi. Jepang sangat menghargai pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan bukan untuk kampanye atau hal lain tentang kedudukan.

“Kita berharap sekolah benar-benar mampu melahirkan generasi-generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional, spiritual, dan sosial. Dan itulah yang ingin dihasilkan melalui pendidikan gratis ini,” pungkasnya.

Pendidikan yang berkualiras tidak lepas juga sistim yang diterapkan, terutama dalam berbagai kegiatan belajar atau kopetnsi lainnya. Dan ini turut didukung oleh sarana dan prasarana, seperti jumlah sekolah dari tingkat bawah hingga atas, jumlag guru, guru berkompeten dan lainnya. 

Ini semuanya juga tidak lepas dari dukungan anggaran disamping komitmen pemerintah dan stakeholder. Pemkab Pelalawan mengharapkan pendidikan di daerah ini bisa setara dengan daerah lain, dengan dukungan fasilitas yang memadai. 

Pemkabpun sudah mengalokasi anggaran penddiikan sekitar 20 persen dari APBD/APBN ini sejalan dengan amanah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan Drs Syafruddin MSil mengatakan, saat ini isu sentral peraktek sistim UN adalah dengan pelaksanaan UNBK. Dan ini tantangan, Pelalawan pun siap denga era UNBK yang mulai diterapkan pada UN tahun ini, bahkan sejumlah daerah Indoensia juga sudah memulainya. “Ini juga butuh dukungan semua pihak,” ujar Syafruddin.

Dikatakan, dalam mempersiapkan sistem untuk memajukan dunia pendidikan ini Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan sebelum pelaksanaan UN lalu, berupaya semaksimal mungkin bagaimana UN mulai dari SD, SMP dan SMA/SMK sukses. 

Karena dengan kemajuan zaman, UNPK berangsur beralih ke UNBK, perubahan ini harus diikuti supaya pendidikan daerah ini juga tidak tertinggal. 

Bagi Pelalawan ini positif, karena sistim UNBK yang dilaksanakan secara bertahap sejak 2014 bertujuan meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kemampuan penghematan anggaran.

“UNBK ini tentu juga tidak terlepas adanya daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (3T) yang mana sarana dan prasarana di sekolah menjadi hal terpenting dalam mendukung suksesnya pelaksanaan UNBK,” katanya.

Diakui, tahun ini juga belum semua sekolah di daerah ini melaksanakan UNBK, masih ada juga UNKP, ini disebakan masih banyak kekurangan-kekuragan sarana, seperti minimnya ketersedian komputer dan masih terbatasnya jaringan internet. Terutama di wilayah-wilayah kecamatan. “Kita tidak patah semangat, pelaksanaan UNBK akan tetap ditargetkan saatnya nanti di semua sekolah,” katanya.Tahun ini, sekolah di Pelalawan yang dapat mengikuti UNBK hanya dua SMP dengan jumlah murid sebanyak 119 siswa, sedangkan 5.480 siswa lainnya masih menggunakan sistem UNKP dengan jumlah 84 SMP/MTs sederajat baik negeri maupun swasta.

Sedangkan untuk SMP/MTs sederajat untuk SD/MI sederajat hanya mengikuti UNKP. Jumlah siswa yang mengikuti sebanyak 7351 siswa dari 219 SD/MI sederajat.Untuk tahun 2018 nanti, ditargetkan perbaikan  sarana/prasarana naik dari yang sekarang sekitar 1,5 persen menjadi 2,5 persen begitu juga jumlah siswa UNBK akan ditingkatkan menjadi 5 persen dari yang sekarang berkisar 2,5 persen. 

“Kalau soal pendistribusian soal-soal ujian tidak ada masalah. Dan hasil UN tahun ini juga diharapkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. [Advertorial/Pemkab Pelalawan]

Editor: Tim Redaksi