in

Sensasi menonton “Maleficent: Mistress of Evil” di layar screenX

Jakarta (ANTARA) – Berbeda dari teknologi layar 3D atau 4D, layar ScreenX yang ditawarkan bioskop CGV Grand Indonesia menampilkan film di layar tengah, dinding kanan dan kiri layar, membentuk sudut 270 derajat untuk para penonton.

Salah satu film yang ditayangkan dalam format layar itu adalah “Maleficent: Mistress of Evil”.

Pihak CGV menyiapkan ruangan relatif tidak begitu besar, kira-kira sama seperti ruangan reguler bioskop pada umumnya. Dinding di sana juga bewarna putih polos terkesan biasa saja.

Hal berbeda hanya terletak pada layar yang relatif besar dari ukuran layar di bioskop biasanya. Layar itu ditempelkan menutupi dinding dari sisi atas, bawah dan kanan ke kiri.

Begitu film mulai ditayangkan, dinding putih di sisi kanan dan kiri layar seakan berubah menjadi layar. Namun fokus utama tetap di tengah.

Penonton bisa sesekali menengok dinding itu saat sejumlah adegan tampak ikut muncul di sana.

Ada beberapa bagian dari film “Maleficent: Mistress of Evil” yang bisa Anda nikmati secara 270 derajat, antara lain saat adegan di hutan ajaib Moors. Pemandangan Moors terasa lebih luas dan memuaskan dari proyeksi 270 derajat itu.

Semakin Anda duduk di bagian belakang, semakin Anda bisa merasakan sensasinya. Seakan Anda berada di tengah-tengah hutan Moors yang dipenuhi bunga-bunga elok di pandang mata beserta makhluk-makhluk di sana.

Baca juga: “Maleficent: Mistrees of Evil” diprediksi geser “Joker” di box office

Baca juga: Rekaman konser TWICE akan tayang dalam format ScreenX
 

Bangku penonton di ruangan ScreenX CGV Grand Indonesia (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Beberapa adegan menengangkan juga diproyeksikan 270 derajat, membuat Anda bisa semakin menikmatinya terutama jika memang menggemari film buatan Disney ini.

Jumma (29), perempuan yang bekerja di salah satu media yang berbasis di Bandung mengatakan, film “Maleficent: Mistress of Evil” terasa lebih hidup dan nyaman diitonton dalam proyeksi 270 derajat.

“Seru nontonnya, jadi kaya hidup gitu filmnya. Lebih enak dari 3D menurut gua,” kata dia kepada ANTARA, Sabtu malam.

Di sisi lain, Lilid (28) mengungkapkan hal berbeda. Perempuan berkacamata yang sudah tiga kali merasakan ScreenX itu mengaku tak nyaman saat menonton film dengan proyeksi gambar 270 derajat.

Ketimbang ScreeX, dia lebih memilih menonton di layar biasa. Walaupun begitu, Lilid tak menampik adanya sensasi gambar dalam film terasa lebih nyata dan hidup.

“Mungkin karena belum terbiasa ya. Tapi nonton di ScreenX itu bikin pusing, karena kadang kita mesti nengok ke layar kanan kiri walaupun fokusnya ada di layar yang tengah. Kadang berasa nyata dan hidup gitu gambar dari filmnya,” tutur Lilid.

Saat ini ScreenX baru tersedia satu di CGV Grand Indonesia dan belum ada informasi apakah akan ditambah.

Baca juga: Jolie dan Pfeiffer adu kekuatan di sekuel “Maleficent”

Baca juga: “Maleficent: Mistress of Evil” tentang fase baru hubungan ibu-anak

Baca juga: Angelina Jolie ditemani anak-anaknya di premier “Maleficent”

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

What do you think?

Written by Julliana Elora

Jelang Pelantikan Presiden RI, H Boy Lestari: Jaga Suasana Kondusif

Apriyadi Eratkan Silaturahmi Antar-Alumni