Beranda Nasional Seorang Supir Bus Positif Sabu

Seorang Supir Bus Positif Sabu

114
0
BERBAGI

Rabu, 21 Juni 2017 16:21 WIB

* Razia Tes Urine di Terminal Sigli

SIGLI – HS (26) seorang supir bus antarkota antarpropinsi (AKAP) Banda Aceh-Medan, berKTP Gampong Blang Aman, Aceh Utara, terindikasi positif mengosumsi narkoba jenis sabu.

Hal itu terungkap dalam razia tes urine yang dilakukan tim gabungan operasi Ramadnya di Terminal Terpadu Kota Sigli, Pidie, Senin (19/6) pukul 22.30 WIB.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie, AKBP Werdha Susetyo, Selasa (20/6) menyebutkan, ada satu supir positif narkoba jenis sabu.

Akhirnya supir dimaksud digantikan dengan supir lain di Terminal Sigli. Selanjutnya HS diamankan dan kini menjalani proses rehabilitasi di BNNK Pidie. “Sebelumnya kami berkoordinasi dengan pihak Organda dan perusahaan asal si supir, sehingga ia tidak boleh melanjutkan perjalanan ke Medan karena positif sabu,” kata AKBP Werdha.

Sedangkan untuk proses selanjutnya, si supir itu menjalani rehabilitasi sesuai aturan hukum.

Pada razia itu, petugas juga menemukan dua supir L-300 saat diperiksa urine terindikasi menggunakan obat keras seperti ziazepam (obat penenang).

Setelah mendapat pembinaan dua supir menggunakan ziazepam ini juga diperingatkan agar tidak mengosumsi obat itu saat perjalanan. “Supir mengaku minum obat ziazepam karena sakit,” jelas Werdha mengutip supir.

Namun si supir diminta tidak memaksakan diri membawa kendaraan jika sakit. Maka dua supir terakhir dapat melanjutkan perjalanan.

Dikatakan, sasaran supir dites urine pada malam itu berjumlah 46 orang supir. Kegiatan ini dalam Rangka Operasi Ramadnya Rencong – 2017 melibatkan Polres Pidie, tim gabungan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie, Kepolisian Resor Pidie, TNI, Dinas Perhubungan, Subdenpom dan Dinkes Pidie.

Selain tes urine supir, pada malam itu tim gabungan ini melakukan razia  memeriksa kondisi angkutan umum dari segi kelayakan. “Kita cek bersama petugas Dinas Perhubungan,” katanya.

Selain itu, bawaan penumpang juga dicek satu per satu. “Kita cek jangan sampai ada penumpang bawa ganja ke Medan. Tapi saat kita barang penumpang tidak kita temukan ganja,” jelas AKBP Werdha.(aya)