Beranda Nasional Sri Mulyani: Ketamakan Pegawai Kemenkeu Harus Diperangi

Sri Mulyani: Ketamakan Pegawai Kemenkeu Harus Diperangi

178
0
BERBAGI

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut lembaganya akan bersikap kooperatif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penangkapan pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang diduga menerima suap dari wajib pajak. Sri mengatakan, kebiasaan menyalahgunakan kewenangan para anak buahnya memang sudah sepatutnya ditindak tegas. “Saya sangat menghargai langkah KPK. Ketamakan staf di Kementerian Keuangan memang harus diperangi,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/11), dilansir dari CNN Indonesia.

Sri menuturkan, ia telah memaparkan program sapu bersih pungutan liar dan korupsi yang dicanangkan pemerintah kepada para pejabat dan pegawai Kemenkeu. Ia berkata, pelaksanaan program itu merupakan momentum tepat untuk menihilkan penyalahgunaan kewenangan. “Kalau di dalam tidak mau berubah sendiri, berarti akan ada institusi lain yang akan melakukan itu,” ucapnya. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan tidak akan menghalangi proses hukum terhadap para pejabat dan pegawai Kemenkeu yang menerima suap atau mencuri uang negara. “Orang-orang yang baik harus memerangi yang jelek ini. Kalaupun diperlukan intervensi dari institusi lain, itu untuk pembersihan secara lebih cepat dan efektif,” kata dia. 

Lebih dari itu, Sri menyebut operasi tangkap tangan KPK terhadap anak buahnya berawal dari informasi internal Kemenkeu. Ia berkata, kementeriannya memiliki unit pengawasan yang bekerja sama dengan lembaga penegak hukum. “Yang dilakukan selama ini, informasi intelijennya berasal dari internal kami. Di dalam Kemenkeu ada unit-unit pengawasan yang bekerja,” ujarnya.

Senin tengah malam kemarin, KPK dikabarkan meringkus seorang oknum Ditjen Pajak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum yang diduga setingkat eselon III itu diringkus di sebuah lokasi di Jakarta usai melakukan transaksi suap. Dalam operasi itu, KPK dikabarkan mengamankan sejumlah orang, termasuk sang oknum Ditjen Pajak. Tak hanya itu, KPK juga menyita sejumlah uang lebih dari Rp1 miliar yang ditengarai berkaitan dengan kasus tersebut. Ketua KPK Agus Rahardjo berkata, pagi hingga siang ini hasil operasi tangkap tangan tersebut diekspos di forum pimpinan. Setelahnya, KPK akan segera mempublikasikan perkara itu.

LOGIN untuk mengomentari.