in

Wanita Keterbelakangan Mental Diperkosa

Pelaku Masuk Lewat Jendela Dini Hari

Biadab! Seorang wanita yang mengalami keterbelakangan mental menjadi korban perkosaan. Korban AD, 25, diperkosa di rumahnya sendiri oleh orang yang tak (OTK) dikenal yang masuk ke rumahnya sekitar pukul 02.00 dini hari, Minggu (1/10).

Menurut kakak sepupu korban, Darniati, 45, saat kejadian korban sedang tidur di kamarnya seorang diri. Tiba-tiba saja korban mendengar ada yang mengetok pintu jendelanya. Korban menduga yang jendela itu kakak kandungnya yang pulang ke rumah bersama istrinya. Saat korban membuka pintu jendela, pelaku yang tidak dikenal langsung masuk ke kamar. Korban kemudian diperkosa. 

Puas melakukan perbuatan bejatnya, pelaku langsung kabur.  Sekitar pukul 05.30, korban menangis histeris.Tangisannya itu membuat warga sekitar kaget dan berdatangan ke rumah  korban. Warga kemudian menanyakan apa yang menyebabkan dia menangis histeris. 

“Di saat itulah, korban bercerita jika ia telah diperkosa. Akan tetapi sewaktu korban menceritakan kejadian yang menimpanya, warga tak mengerti, mengingat korban mengalami keterbelakangan mental. Untung kakak kandung korban mengerti penjelasan korban. Di situlah, baru diketahui korban diperkosa orang tak dikenal,” ujarnya.

Untuk lebih membuktikan korban telah diperkosa, keesokan harinya keluarga membawa korban ke Rumah Sakit Yarsi Panti untuk menjalani visum. “Di situlah, korban terbukti memang diperkosa, karena alat vital korban luka. Dan akhirnya warga dan keluarga korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Panti. Dengan nomor laporan STPL/79/X/2017/Sumbar/Res Psm/ Sek Pnt,” jelasnya.

Sejak beberapa waktu lalu, korban tinggal bersama saudara laki- lakinya. Sebab, kedua orang tua mereka sudah lama meninggal dunia. Saudaranya pun sudah berkeluarga. Kapolsek Panti, AKP Dasman, membenarkan kasus tindak pidana pelecehan seksual (pemerkosaan) terhadap seorang wanita keterbelakangan mental tersebut.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berupaya mengembangkan kasus tersebut dengan menghadirkan korban dan saksi-saksi. “Ya, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus ini. Mudah-mudahan pelaku secepatnya ditangkap,”  ujarnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Dilarang Ibu, Hidayat Batal Kunker ke Jerman

Melihat Masjid Raya Ampang-UIN IB Mengkader Mubalig Muda