Beranda Nasional Zamparlaw Sempat Merasa Dizalimi

Zamparlaw Sempat Merasa Dizalimi

180
0
BERBAGI

Butuh waktu puluhan tahun bagi artis Minang satu ini sebelum memutuskan merilis album perdana. Padahal, koleganya sesama artis sudah sampai belasan menghasilkan album. 

Itulah yang dialami Zamparlaw. Artis Minang kelahiran 26 April 1972 sudah meniti karier di dunia tarik suara sejak berumur enam tahun. Namun, baru tahun 2014 lalu, album perdananya dilepas ke pasaran.

Di album ini, pria yang juga berkecimpung di dunia seni teater itu, menbawakan sejumlah hits bergenre pop Minang, seperti “Hanyo Punyo Cinto”, “Tongga Babeleng” dan “Hilang Kasiah Hilang Sayang”.

Mujurnya, album perdana Zamparlaw ini, mendapat tempat di hari penggemar lagu Minang. Hal hasil, pria yang juga berkecimpung di studio rekaman bersama artis-artis Minang yang sudah terlebih dahulu populer seperti Thomas, Aria, Ucok Sumbara, Nelson dan lainnya itu, bertambah semangat menghasilkan album kedua.

Tepat pada 5 Oktober 2017 lalu, album kedua Zamparlaw dirilis ke pasaran. Di antara tembang unggulannya, seperti “Rilakan Cinto”, “Tangisan Cinto di Pusaro” dan “Hilang Nyanyian Sayang”.

Beredarnya album kedua ini, membuat Zamparlaw begitu bahagia dan bersyukur. Lebih-lebih, hanya berselang satu minggu, sebanyak 3 ribu keping album ke duanya ini laku di pasaran. “Alhamdulillah atas kesempatan dan kebahagian ini,” sebutnya dengan penuh ke haruan.

Zamparlaw menyadari bahwa setiap kesusahan dan rasa sakit yang dilaluinya bakal berbuah kemanisan. Soalnya, butuh waktu tiga tahun bagi Zamparlaw merilis album kedua ini. Perjuangan cukup berat harus dilaluinya. Bahkan, tak jarang dia juga merasa dizalami.

“Memang, untuk album kedua ini cukup panjang. Saya juga merasa dizalimi, setelah mengeluarkan uang untuk persiapan album. Namun, album itu tak kunjung terlaksana,” aku Zamparlaw.

Kini kesebukannya terus bertambah. Di samping show di sejumlah daerah dalam rangka promo albumnya, pada 7 Desember 2017 mendatang dia bakal show ke Malaysia bersama artis Minang yakni Ipank dan Ratu Sikumbang.

“Insya Allah, kami juga akan show ke Malaysia,” sebut panitia pelaksana Festival Lagu Minang Tingkat Sumbar tahun 2016 itu.
Sebagai pelaku seni dan penyanyi Minang, dia berharap terus diterima masyarakat. Mengingat perkembangan lagu Minang yang terus matang dan diterima sejumlah kalangan.

Diakui warga Paraklaweh Kota Padang itu, perkembangan lagu Minang khususnya di luar Sumbar semakin dicintai banyak orang. Banyak orang daerah lain hafal dan antusias dengan lagu Minang.
 
“Lagu Minang terus disukai banyak orang, sebagai penyanyi tentu menginginkan lagu Minang menjadi juara dan dikenal bahkan ke seluruh penjuru dunia,” tutur suami dari Rita Zahara itu.

Di sisi lain, dia juga berharap kepada pemerintah terus mendukung talenta-talenta musik Minang. Sebagai musisi, ia menyadari pemerintah terkesan memandang artis Minang sebelah mata.

“Kami akan terus berupaya untuk mengembangkan kebudayaan Minang ini dengan kemampuan yang kami miliki. Tentunya, kami juga berharap pemerintah memberikan dukungan penuh dan support-nya untuk perkembangan lagu Minang ini tentunya,” harap pemilik nama asli Zamri itu. (*)

LOGIN untuk mengomentari.