in

3 Teroris Bekasi Miliki Keahlian Merakit Bom

PUTRA | Senin,12 Desember 2016 – 18:21:24 WIB

Dibaca: 251 kali 

Jakarta – Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 3 teroris di Solo dan Klaten. Mereka masih satu jaringan dengan 4 pelaku sebelumnya yang ditangkap terkait upaya pengeboman di depan Istana Negara. Ketiga pelaku disebut memiliki kemampuan merakit bom.

“Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan satu pembuatan bom dan beberapa barang bukti yang diperoleh dari mereka juga siap untuk melakukan upaya upaya membuat bom,” kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2016).

Ketiga pelaku tersebut yakni KF ditangkap di Ngawi, APM (istri Nur Solihin) ditangkap di Solo dan WP ditangkap di Klaten, pada Minggu (11/12) kemarin.

“Ketiga orang ini masih satu kelompok jaringan MNS (Nur Solihin). MNS juga memiliki kemampuan untuk merakit bom,” imbuh Martinus.

Berdasarkan hasil penggeledahan, tim Densus menyita beberapa barang bukti di antaranya cairan asam nitrat dan cairan kimia lainnya di kosan mahasiswa berinisial KF. Kemudian, disita juga laptop, alat komunikasi dan beberapa buku jihad serta sejumlah dokumen lainnya.

Sebelumnya, tim Densus menangkap 4 lainnya yakni Dian Yulia Novi, Nur Solihin, Agus Supriyadi dan S alias Izzah di lokasi berbeda di Bekasi, Jakarta dan Solo, pada Sabtu (10/12). Total sampai saat ini ada 7 orang yang ditangkap terkait terorisme tersebut.

“Ini mengisyaratkan ketujuh orang ini satu kelompok yang berafiliasi kepada BN (Bahrun Naim) yang ada di Suriah,” lanjut Martinus.

Ketujuh orang tersebut saat ini masih dalam proses pengembangan dan pemeriksaan intensif untuk mengetahui kelompoknya yang lain. Mereka saat ini diperiksa di Markas Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Diinformasikan juga penyidik Densus 88 Antiteror masih memiliki waktu 4 hari ke depan untuk menetapkan sebagai tersangka walau dengan dua alat bukti mereka bisa ditetapkan, tetapi selama 7×24 jam Densus punya waktu untuk mengkaji terhadap para pelaku ini,” lanjut Martinus.

Upaya Densus 88 Anti Teror ini perlu mendapat apresiasi. Sebab, tim Densus telah menggagalkan upaya perencanaan pengeboman di depan Istana Negara.

“Ini upaya yang dilakukan oleh penyidik dalam hal ini Polri dalam upaya yang dilakukan oleh tim Densus, perlu dukungan masyarakat luas, katakanlah apresiasi untuk meningkatkan moril tim Densus 88 dengan mencegah tidak timbulnya upaya pengeboman,” tuturnya. 

Editor : Putra


What do you think?

Written by virgo

2 WNI Sanderaan Abu Sayyaf Telah Dibebaskan

Film ke-8 “Fast and Furious” dirilis April 2017