in

“A Man Called #Ahok” di mata Dewi Lestari

Jakarta (ANTARA News) – Bagi novelis Dewi “Dee” Lestari, “A Man Called #Ahok”, tergolong bacaan yang “renyah” untuk ukuran sebuah buku mini.

“Untuk kategori buku, ini mini. Hampir tidak ada masalah teknis dalam penulisan. Dari segi kesulitan, buku ini menurut saya renyah,” ujar Dee di Jakarta, Senin.

Tersusun dari kompikasi tweet soal Ahok yang menampung maksimal 140 karakter, buku karya pemilik akun Twitter @kurawa itu, menurut Dee relatif mudah dipahami pembaca.

“Saya merasa untuk kalangan umum, buku ini bisa diakrabi tanpa ada kesulitan apapun. Strategi sekali buku ini keluar,” tutur dia.

Penulis “Supernova” itu menggarisbawahi riset yang dilakukan penulis dan mengapresiasinya. Terlebih profil lawan politik Ahok yang penulis hadirkan dalam buku itu.

“Penulis sudah menjalani track tepat yakni riset. Pergi ke Belitung, mewawancarai orang-orang yang kita mungkin enggak tahu siapa, menjelaskan pak Basuki bisa berangkat dari masa kecilnya menuju yang sekarang,” kata Dee.

“Apa yang melatarbelakangi Pak Ahok enggak suka sama pemalak. Ada satu bagian yang menurut saya menarik, mulai dari masa kecilnya. Ada satu hal yang Kurawa angkat, yakni profil pesaing pak Ahok,” sambung dia.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

What do you think?

Written by virgo

Disbud Riau Butuh Banyak Pekerja yang Berkompeten

Presiden: kesehatan modal kompetisi bangsa