in

Abusyik, Sipakbola dan Odong-Odong

“Pemuda Pidie umumnya pecinta sipak bola, sudah sewajarnya olahraga ini jadi perhatian Pemda Pidie ke depan.”

Pernyataan itu disampaikan Bupati Pidie terpilih, Roni Ahmad atau yang akrab disapa Abusyik kala membuka Turnamen Bola Kaki Piala Pidie Meusigrak Cup I di lapangan bola kaki Kemukiman Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Ahad (16/4/2017).

Hari ini, (17/7) pasangan bupati dan wakil bupati Pidie terpilih itu dilantik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Pagi, Irwandi menyupiri sendiri mobilnya menuju Pidie, tentu ditemani sang first lady, Darwati A Gani.

Tidak mau kalah dengan pelantikan di daerah lain, Abusyik dan wakilnya menaiki odong-odong menuju lokasi pelantikan, kantor DPRD Pidie.

Sebelumnya, dalam sesi pemotretan, Abusyik bersama istri berfoto dengan latar persawahan. Cara Abusyik ini disebut sebagai simbol bupati rakyat.

Cara Abusyik berakrab dengan rakyat ini mengembalikan ingatan pada sosok bupati Pidie yang juga dikenal populis plus nyentrik, yaitu Bupati Nurdin AR, dan bisa disebut Pidielah yang pertama memiliki pemimpin populis. Sayang, bupati yang mendirikan Unigha di Bukit Pengampunan itu terlebih dahulu dipanggil pulang menuju ke pendopo keabadian.

Di Pilkada 2017, Roni Ahmad, yang lahir di Puuk, Delima, Pidie, Aceh, 4 Mei 1968, yang berpasangan dengan Fadhullah TM Daud bukanlah pasangan calon yang wah jika dibanding dengan pasangan Sarjani Abdullah.

Bayangkan, semua kekuatan partai politik berhasil diajak untuk mendukung Sarjani Abdullah dan M. Iriawan. Akibatnya, Roni Ahmad dan Fadhlullah mesti rela menempuh jalur independen.

Ibarat permainan bola, di tengah lapangan bola berdiri dua pasangan yang saling berhadapan. Sarjani dan Iriawan berdiri gagah sebab dibelakangnya lengkap pendukung partai, dengan posisi yang merata di semua lini.

Sementara itu, Abusyik dan pasangannya hanya berdiri berdua, tidak ada partai pendukung, hanya ada warga yang setelah memberi ktp, berdiri di luar garis lapangan bola.

Lebih dari itu, disepanjang tahapan permainan sepakbola politek, Abusyik terus digugat keabsahan ijazahnya. Tapi, seraya meloloskan diri dari tuduhan, bola di kakinya di oper ke binis garis, dan dengan tendakan “malaikat” bola meluncur melewati sela kaki para pendukung Sarjani secara ziq zaq, dan usai mengenai tiang gawang, membal ke sundulan awak partai, dan sayangnya bola malah menuju lagi ke gawang, dan goollll.

Seluruh kekuatan Parpol pendukung Sarjani terkesiap, seakan tidak percaya pada kenyataan. Ketika peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, hitungan jatuh pada angka 96.184 suara atau 48,19 persen versus 91.511 suara atau 45,85 persen. Abusyik dan Fadhullah unggul 2,34 persen. Di Pilkada Pidie, ada satu pasangan calon lainnya, Tarmiyus-Khalidin Daud yang juga menggunakan jalur independen, hanya meraih 11.885 suara atau 5,96 persen.

Kemenangan Abusyik sepertinya belum bisa diterima kenyataannya, hingga tersebar kabar berjudul boikot pelantikan Abusyik. Tapi, seorang pendukungnya menulis: odong-odong akan terus lewat! []

Komentar

What do you think?

Written by virgo

Melihat Kiprah Rumah Bimbel LAKI Pariaman

Bela Negara, Lindungi Bangsa dari Segala Ancaman