Palembang (ANTARA) – Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mensosialisasikan pencegahan virus Nipah melalui puskesmas yang ada di wilayah tersebut.
“Kami menjalankan sosialisasi melalui petugas puskesmas di Kota Palembang terkait pencegahan virus nipah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang Yudhi Setiawan di Palembang, Jumat.
Menurutnya, saat ini di Kota Palembang, pihaknya belum menerima laporan terkait penanganan virus nipah tersebut.
Adapun dalam sosialisasi tersebut, petugas kesehatan menjelaskan bahwa virus nipah dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi buah atau makanan yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar, serta melalui kontak erat antar-manusia.
Gejala awal yang perlu diwaspadai, antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, hingga gangguan pernapasan. Pada kondisi berat, virus ini dapat menyebabkan radang otak atau ensefalitis.
Dinkes Palembang mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan secara rutin, menghindari konsumsi buah yang jatuh ke tanah tanpa dicuci bersih, serta tidak mengonsumsi daging atau produk hewan yang tidak dimasak dengan sempurna.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari kontak langsung dengan hewan liar, khususnya kelelawar.
“Kami juga berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini. Tenaga kesehatan telah dibekali informasi terkait penanganan awal jika ditemukan kasus dengan gejala yang mengarah ke virus nipah,” katanya.
Dinkes Palembang menegaskan akan terus melakukan edukasi dan pemantauan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular.
Dengan langkah preventif dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat, Dinkes Palembang berharap potensi penyebaran virus nipah dapat dicegah sejak dini demi menjaga kesehatan dan keselamatan warga Kota Palembang.