in ,

Apa Itu Conversion Dalam Bisnis Digital

Dikutip dari Evermos conversion adalah suatu kondisi dimana visitor pada website melakukan aksi yang dapat mendatangkan keuntungan bagi kelangsungan bisnis. Dalam dunia bisnis online, conversion menjadi salah satu kunci keberhasilan pemasaran.

Hanya saja, bentuknya beraneka ragam tergantung pada jenis usaha yang pemilik website jalankan. Namun tidak cuma-cuma, owner juga harus melakukan serangkaian proses, agar konversi tersebut terus meningkat.

Conversion dalam Bisnis Digital

Hal ini dikarenakan jumlah visitor pada website tidak dapat bertindak sebagai jaminan konversi tinggi. Sebab saat mengunjungi sebuah website atau platform, tidak semua pengunjung tertarik untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Apa Itu Conversion Rate?

Oleh karena itu, butuh sebuah sistem yang dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pemasaran atau biasa disebut dengan conversion rate. Tidak selalu berupa “klik”, konversi dalam dunia pemasaran juga dapat berupa:

  • Pengisian dan pengiriman formulir
  • Terlibat dalam obrolan atau live chat
  • Melakukan pengunduhan eBook, aplikasi, maupun software
  • Kunjungan ke website secara berulang
  • Tindakan untuk meningkatkan layanan
  • Pendaftaran akun melalui website

Cara Hitung Conversion Rate

Keragaman tersebut merupakan hal yang biasa terjadi, karena fokus setiap perusahaan juga mungkin saja mempunyai perbedaan. Lantas, bagaimana cara praktis untuk menghitung conversion rate?

Tidak perlu bersusah payah, karena pada dasarnya rumus untuk menghitung conversion rate sangatlah mudah. Cukup bagi jumlah pengunjung yang melakukan konversi dengan total visitor, kemudian dikalikan dengan 100%.

“Conversion Rate (CRO) = (visitor yang berkonversi / total pengunjung) x 100%”

Umumnya, angka ideal conversion rate untuk semua jenis industri berada di 2,35%. Namun, kondisi tersebut juga tergantung pada angka conversion rate di tahun-tahun yang sebelumnya.

Jika di tahun-tahun tersebut conversion rate-nya baru berada di angka 0,3 – 0,5, maka target 2,35% sudah menjadi standar awal yang sangat ideal. Untuk selanjutnya, target dapat owner tambahkan seiring dengan pencapaian conversion rate setiap periode.

Faktor yang Memengaruhi Conversion Rate

Sayangnya, peningkatan conversion rate pada sebuah website tidak terjadi secara alamiah. Ada beberapa poin yang ternyata dapat memengaruhi fluktuasi dari conversion rate ini, di antaranya:

1. Value Proposition untuk Pengujung

Alih-alih menjual produk, cobalah untuk menawarkan solusi atau manfaat lebih kepada pengunjung, apabila melakukan suatu tindakan. Manfaat tersebut dapat berupa template gratis, konten, diskon, dan lain-lain.

Sudah menjadi sifat manusia yang senang mendapat keuntungan dengan melakukan sedikit pengorbanan. Kondisi ini akan menjadi peluang bagus, apabila perusahaan dapat menyusun sistem yang tepat.

2. Relevansi Target Market

Tujuan perusahaan memberi nilai lebih kepada pengunjung adalah untuk menarik perhatian. Namun ingat, value tersebut juga harus relevan dengan produk serta kebutuhan target market alias nyambung.

Misalnya saja produk yang dijual berupa skincare, maka value-nya dapat berupa ebook atau template yang berhubungan dengan kecantikan. Relevansi seperti ini sudah terbukti dapat meningkatkan angka konversi.

3. Desain Website

Dalam bisnis digital, website bertindak sebagai rumah yang menjadi tempat transaksi. Oleh karena itu, pastikan rumah tersebut tampak menarik dengan memilih perpaduan warna, font, hingga susunan elemen yang tepat.

Buat pengunjung merasa betah untuk berlama-lama di website tersebut, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya konversi atau bahkan closing. Tidak perlu terburu-buru, lakukan A/B testing terlebih dahulu sampai mendapat desain yang tepat.

4. Kualitas Konten

Bukan hanya merujuk pada kerapian tulisan saja, kualitas konten di sini juga harus memerhatikan sisi relevansi dan edukasi. Sebelum mengunggahnya, pastikan untuk selalu mengecek susunan kata, readability, ejaan, hingga informasi yang tersampaikan.

5. Kejelasan Penawaran

Untuk meyakinkan pengunjung, buatlah konten dengan kejelasan penawaran dan terperinci. Jangan sampai pengunjung merasa ragu, bingung, atau justru menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berakibat fatal.

Cara Melakukan Conversion Rate

Setelah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi convertion rate, perusahaan hanya tinggal mengoptimalkannya saja. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan CRO atau Conversion Rate Optimization:

  • Terapkan pop-up pada website
  • Tambahkan kolom review serta testimoni
  • Hilangkan elemen yang terlalu distraksi, agar halaman utama yang menjadi titik konversi harus jelas, bersih, dan mudah dibaca
  • Ujicoba headline sebelum mengunggah konten
  • Tambahkan efek urgensi dengan teknik countdown
  • Perkuat lagi teks Call to Action atau CTA

Ada yang masih bingung mau mulai perbaiki conversion rate dari mana? Tidak usah pusing, ikuti panduan Evermos untuk memulai bisnis dan mengembangkannya. Dengan dampingan para ahli, siapkan diri dan mental untuk sukses mulai dari Evermos.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar Teruskan Aspirasi Petani Kelapa Sawit ke Pemerintah Pusat

Tidak Sesuai Kuorum, Ali Kleim Ada Kekuatan Yang Pengaruhi Anggota DPRD Dalam Paripurna Hak Angket