in

Berkarya Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

BERBAKAT: Para murid SDN 11 Lawang Mandahiling terlihat asyik mempraktikan cara membungkus lapek dengan daun.(IST)

Pendidikan kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini. Ini karena anak-anak sekolah dasar mempunyai rasa ingin tahu yang sangat tinggi, serta mereka aktif dalam melakukan berbagai kegiatan. Pendidikan adalah agen of change yang dapat membantu suatu proses perubahan bagi masyarakat.

Hal ini terbukti dengan kegiatan-kegiatan di sekolah saat ini yang telah dilakukan oleh pendidik, kurikulum merdeka membuat pendidik melakukan beberapa perubahan yang menjadikan kegiatan belajar menjadi menyenangkan. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh pendidik adalah melaksanakan P5 di sekolah-sekolah dengan mengusung kearifan budaya lokal.

SDN 11 Lawang Mandahiling adalah salah satu SD yang terletak di Kecamatan Salimpaung, Nagari Lawang Mandahiling yang memiliki kondisi geografis yang baik untuk pertanian. SDN 11 Lawang Mandahiling berada di lereng gunung merapi yang mana sebagian besar pekerjaan masyarakatnya adalah petani.

Mereka menanam berbagai macam sayuran, di antara sayuran yang banyak ditanam adalah jopan. Jopan merupakan sayuran yang ditanam masyarakat di sekeliling rumah mereka. Setelah dilakukan survey ternyata sebagian siswa memiki sayuran itu dan mereka hanya memanfaatkan jopan untuk dibuat sayuran saja.

Dan hal ini menjadi sebuah ide buat guru bagaimana cara memanfaatkan jopan ini bukan hanya untuk sayuran tapi juga untuk dibuat cemilan yang pada akhirnya buah jopan yang tadinya harganya murah, tetapi setelah di olah, jopan bisa mendatangkan sesuatu yang bernilai tinggi.

Biasanya di sini jopan yang sudah tua tidak dimanfaatkan tapi dengan ditemukan cara oleh pakar-pakar industri rumah tangga jika diolah lagi mungkin jopan nanti akan bisa naik harganya kerena permintaan pasar yang tinggi.

Oleh karena itu guru mengajak siswa SDN 11 Lawang Mandahiling untuk mengolah jopan menjadi cemilan yang bernama lapek jopan. Lapek adalah makanan tradisional minang. Biasanya Lapek dibuat dengan campuran seperti pisang, tapi bahan dasarnya tetap tepung.

Lapek jopan juga berbahan dasar tepung dengan campuran berbagai bahan lain. Penulis akan membagikan resep agar pembaca bisa juga mencobanya. Adapun bahan-bahan yang kita gunakan dalam membat lapek jopan adalah, 1 kg Jopan, 1 kg tepung terigu, 250 gram tepung beras, 500 gram gula, lalu daun pandan yang sudah dihaluskan dan disaring airnya dan juga diiris beberapa helai.

daun pandan ini digunakan sebagai pewarna pada lapek jopan, kelapa yang diparut, vanile secukupnya dan garam secukupnya. daun pisang untuk membungkus lapek. Cara membuat, jopan kita kukus terlebih dahulu. Kemudian dihaluskan tambahkan semua bahan untuk di aduk jika terlalu kental kita bisa tabahkan air.

Lalu, adonan didiamkan terlebih dahulu, kemudian dibungkus menggunakan daun. Kemudian tambahkan sedikit daun pandan yang sudah diiris. Setelah adonan dibungkus, selanjutnya lapek kita kukus sampai masak.

Kegiatan ini sangat positif sekali, karena di sini anak belajar banyak hal. Di antaranya kebersamaan mereka dalam kelompok, mereka saling melengkapi dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh ketua kelompoknya.

Belajar membungkus lapek, di sini banyak hal yang mereka pelajari. Ternyata membungkus lapek menggunakan daun itu tidaklah mudah. Membungkus lapek ada triknya agar adonan yang di dalam jika dibungkus dengan cara biasa maka hasilnya tidak akan bagus. Ini butuh proses dan tidak mudah. Ke depannya mereka akan lebih menghargai orang tua mereka.

Dalam kegiatan memasak ini, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Tapi pembaca di sini bukan hanya jopan saja yang kami buat cemilan, tapi juga ada beberapa bahan lainya seperti singkong dan bayam. Singkong dan bayampun banyak ditemukan di sekitar rumahnya, dalam kegiatan ini singkong di olah oleh siswa menjadi makanan yang dinamakan kacemuh, Kacemuh sangat disukai karena rasanya yang manis dan enak.

Kemudian untuk bayam siswa mengolahnya menjadi keripik bayam. Adapun tujuan kita melakukan kegiatan ini adalah agar siswa bisa melakukan sesuatu terhadap bahan-bahan yang banyak di sekitar tempat tinggal mereka.

Bahan–bahan tersebut nantinya bisa lagi di olah oleh siswa ke dalam bentuk yang beragam dan kita berharap agar ke depannya siswa-siswa kita bisa produktif dan kreatif, dalam mengolah hasil pertanian yang ada di daerahnya jika mereka dewasa.

Dengan perkembangan zaman nantinya mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri karena begitu banyak yang bisa di manfaatkan di sekitar kita jika kita ingin maju maka kita harus rajin belajar. (***)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Seorang Ibu Paruh Baya Kepergok Mencuri Motor

Tidak Maksimal, Puluhan Lampu Di Guwo Diambil Dishub