in

Bila Seorang Anak Salah Pergaulan!

Ketika anak memasuki usia remaja, inilah masa-masa tersulit orang tua membimbing anak. Salah satu kasus yang sering dijumpai adalah ketika orang tua mendapati anak berteman dengan orang yang kurang baik. 

Situasi dilematis pasti dialami orang tua, karena melarang anak untuk berteman bukanlah hal yang tepat. Membesarkan anak dengan pengawasan yang ketat tentu tidak baik bagi perkembangan dirinya. 

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa perubahan sikap pada remaja dipengaruhi pergaulan yang ada di lingkunganya. Pada masa remaja, pengaruh teman sebaya jauh lebih berdampak daripada pengaruh keluarga. 

Akan jauh lebih berbahaya ketika pergaulan yang dimiliki anak cenderung negatif. Sebelumnya kita harus mengetahui mengapa anak mau terlibat dalam pergaulan yang negatif dengan beberapa alasan berikut:

  • Identitas diri yang lemah. Remaja belum mengenali jati dirinya sendiri sehingga melihat orang lain lebih berkarakter menurutnya, sehingga berpikir ingin seperti temannya.
  • Tidak memiliki figur orang dewasa. Remaja perlu memiliki figur orang dewasa di luar keluarga untuk menciptakan perkembangan emosional yang kuat, baik itu kepada tokoh idola atau guru. Ketika anak tidak memiliki figur, mereka akan mencarinya dalam pergaulan. Mengapa hal ini penting? Tanpa disadari anak lebih menuruti apa yang dikatakan figure itu daripada orang tuanya. Sehingga figur yang layak sangat penting bagi anak.
  • Hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua. Situasi keluarga yang kurang nyaman juga dapat mempengaruhi anak keluar dari rumah dan mencari siapa saja yang mau berteman dengannya dan tidak bertengkar seperti orang tuanya.

Kemudian, apa yang harus dilakukan?

Jika anak terlanjur bergaul dalam lingkungan yang salah, orang tua perlu menyikapinya dengan bijak. Hal ini perlu dilakukan karena jika orang tua salah dalam menyikapi, remaja dapat memberontak dan berpikir bahwa teman-temannyalah yang lebih dapat memahaminya.

Maka dari itu orang tua perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini :

  • Mencari tahu hal yang membuat remaja tertarik masuk dalam lingkungan pergaulan tersebut. Setelah mengetahuinya coba berikan alternatif lain yang hampir sama namun lebih positif dan bermanfaat bagi remaja. Sebelumnya tentu kita harus diskusikan alternatif tersebut dengan si remaja.
  • Orang tua harus sejalan dalam bersikap. Libatkan anak dalam hubungan orang tua-anak yang sehat dan harmonis, sehingga si remaja merasa nyaman berada di rumah.
  • Peliharalah hubungan positif. Selalu sempatkanlah untuk bercengkrama dengan anak anda. Jangan menyalahkan anak saat dia melakukan sesuatu yg tidak benar, namun bimbinglah dengan bijak. Keharmonisan dan hubungan yang positif antara orang tua dan anak dapat mencegah anak mengalami pergaulan yang salah.Dilansir dari student.cnnindonesia.com/inspirasi.(11/03/2016)

kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya,

What do you think?

Written by virgo

Logika Terbalik Film Kartun Yang Tidak Pernah Kamu Sadari!

Donghae dan Eunhyuk Super Junior suka antusiame Elf Indonesia