in

BUMNag Tanah Surga Nagari Sitapa Limapuluh Kota, Sulap Taman Pinus Jadi Lebih Berharga

PUNYA DAYA TARIK: Pengunjung Folka Kapital menikmati
sore di Taman Hutan Pinus, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, beberapa waktu lalu.(IST)

Belum genap setahun, hutan pinus yang digarap paripurna pegiat Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) atau Bumdes Tanah Surga, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang (Sitapa), Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, mencuri perhatian pecinta wisata hingga menorehkan capaian prestasi gemilang di tingkat nasional.

Forest Land Sikabu-kabu Kawasan Hutan Pinus Talang atau yang biasa disebut para pegiat BUMNag Tanah Surga dengan singkatan “Folka Kapital atau Folka Cultura” ini, berada di ketinggian sekitar 700-800 meter diatas permukaan laut (mdpl), persisnya di Selatan Kabupaten Limapuluh Kota. Atau berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Berada di ketinggian kaki Gunung Sago, coffee shop di tengah kawasan hutan pinus dijadikan sebagai tempat bersantai untuk menikmati suasana alam bagi para pengunjung. Tempat ini sekaligus menjadi tempat yang nyaman untuk bermain bagi keluarga dan mencicipi menu kuliner yang tersedia.

Udaranya sejuk dengan hutan pinus rindang serta hembusan angin yang sejuk, cukup menggambarkan nyamannya suasana alam Folka Kapital, Limapuluh Kota, Sumatera Barat ini.

Upaya sungguh-sungguh pegiat BUMNag Tanah Surga yang dipimpin Direktur Utama, Eki Sepriandi dan kerja sama dengan Pemerintahan Nagari Sitapa yang dipimpin Wali Nagari, Nofrizal serta Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Sitapa yang dipimpin, Eka Rihaldi Alka, membuat Folka kian tegar membangun jejaring untuk bergerak maju.

Termasuk perhatian serius BRI sebagai salah satu BUMN yang terus bergerak bersama masyarakat membangun negeri melalui salah satu program unggulannya melalui Desa BRIlian. Menuju desa Mandiri dan Berdaya (Madaya), membangun sumberdaya manusia melestarikan alam menggarap potensi desa secara utuh.

Berangkat dari optimisme merawat hutan pinus yang ditebangi sembarangan untuk kepentingan pribadi, BUMNag Tanah Surga, berhasil mempertahankan dengan mengalihkan pemanfaatan menjadi lebih berharga. Menatanya menjadi sumber pendapatan desa dan lapangan kerja memberdayakan masyarakat.

“Alhamdulillah, kita menjadi salah satu nominator dari 15 Desa Brilian Batch BRI untuk desa Mandiri dan Berdaya (Madaya) di Indonesia,” ucap Direktur Utama Bumnag Tanah Surga, Nagari Sitapa, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, Eki Sepriandi, di Folka Coffee kawasan Folka Kapital, Minggu (22/10).

Pengembangan Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang bersama BANK BRI melalui Program Desa BriLian Batch 2023 dengan komitmen mengedepankan pembangunan sustainable dari sisi Sumber daya alam dan sumber daya manusianya.

“Terima kasih kepada BRI Unit Pasar Ibuh  LBranch Office (BO) Payakumbuh, Mantri Pembina dan seluruh stakeholder terkait dan terlibat sehingga kami bisa masuk dalam jajaran 15 Besar nasional dan akan terus maju menjadi yang terbaik,” sebut Redha, salah seorang pegiat BUMNag Tanah Surga.

BRI Menanam merupakan inisiatif BRI dengan menyalurkan bibit pohon bagi setiap nasabah yang menerima kredit dari perseroan. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi BRI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

“Alhamdulillah, Kamis, 5 Oktober 2023 lalu, kami menerima penghargaan sebagai 15 Nasional Desa BriLian Batch-2 Tahun 2023. Sebuah langkah awal bersama Bank BRI dalam pengembangan Nagari Sitapa  ke arah yang lebih baik lagi,” terang Eki Sepriandi.

Kegiatan yang dihadiri Pimpinan Cabang BRI Payakumbuh, Tri Suseno dan rombongan Kanwil BRI Padang disambut hangat oleh Wali Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Nofrizal, dan Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Eka Ridhaldi Alka, di Folka Space.

Selain penyerahan reward Desa BriLian kepada BUMNag Tanah Surga Sitapa , turut hadir juga Program BRI menanam sebagai bentuk kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.
Program yang bertujuan untuk melakukan reboisasi kembali pada lahan kritis berpuluh hektar dengan tanaman tua produktif guna kelangsungan hidup bagi generasi baru nantinya.

“Kita bersama-sama melakukan penanaman bibit Durian Montong di Kawasan Wisata Hutan Pinus Talang  sebagai pertanda dimulainya program penghijauan,” tambah Wali Nagari (Kepala Desa, red), Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Nofrizal. (AFRIDEL ILHAM— Limapuluh Kota)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Polisi Kampanye Anti Bullying ke Pelajar

Tekan TB, Unand Luncurkan Program Bersama Sehat