

Jakarta (ANTARA) – Adaptasi live action dari anime memang sering menuai pro dan kontra, tetapi beberapa judul berhasil mematahkan stigma negatif dengan kualitas produksi yang matang dan cerita yang tetap setia pada sumber aslinya.
Dalam beberapa tahun terakhir, deretan live action berkualitas mulai bermunculan dan mencuri perhatian penonton global. Salah satu yang paling menonjol adalah “One Piece”, yang sukses menghadirkan petualangan Luffy dan kawan-kawannya ke dunia nyata tanpa kehilangan semangat khasnya.
Keberhasilan ini membuka jalan bagi banyak judul lain untuk mengikuti jejak serupa dan membuktikan bahwa live action anime bisa tampil memukau bila digarap dengan serius.
Lalu, apa saja anime yang sudah berhasil dibuat versi live action-nya? Berikut deretan adaptasi yang telah digarap, dirangkum dari berbagai sumber.
Daftar film dan serial live action dari berbagai judul anime
1. “Avatar: The Last Airbender”
Walaupun bukan anime Jepang, Avatar: The Last Airbender tetap layak masuk daftar adaptasi live action terbaik dari versi animasi-nya. Serial ini, yang sering disebut sebagai “American anime,” resmi tayang di Netflix pada 22 Februari 2024.
Kehadirannya sukses membangkitkan nostalgia dan mendapat sambutan positif dari para penggemar-nya. Hadir dalam format 8 episode, ceritanya mengikuti perjalanan Aang, bocah 12 tahun yang ditakdirkan menjadi Avatar dan memikul tugas besar untuk menghentikan ambisi Negara Api.
2. “One Piece”
One Piece menjadi salah satu adaptasi live action yang paling populer sepanjang masa. Serial garapan Netflix ini menceritakan kisah Monkey D. Luffy (Inaki Godoy) dan kru-nya dalam mewujudkan mimpi menjadi bajak laut terbesar. Berjumlah 8 episode dan dirilis pada 2023, seri ini mendapat pujian karena mampu menangkap semangat petualangan khas karya Eiichiro Oda.
3. “Pokemon: Detective Pikachu”
Walau bukan adaptasi langsung dari anime Pokemon, Detective Pikachu memiliki pengaruh budaya yang besar berkat visual dan konsep Pokemon yang sangat terinspirasi dari versi anime-nya.
Film yang diambil dari game Detective Pikachu ini menyajikan dunia Pokemon dengan cara yang segar dan penuh kreativitas. Ryan Reynolds menghidupkan karakter Pikachu dengan humor khasnya, sementara Justice Smith memberikan sentuhan emosional sebagai Tim Goodman. Keduanya menciptakan chemistry yang membuat cerita terasa hidup dari awal hingga akhir.
4. “Death Note”
Adaptasi ini mengikuti kisah Light Yagami, mahasiswa cerdas yang menemukan buku bernama Death Note benda yang mampu mengakhiri nyawa siapa pun yang namanya ditulis di dalamnya.
Ambisi Light untuk menciptakan dunia tanpa kejahatan memicu duel kecerdasan antara dirinya dan detektif misterius, L. Ceritanya penuh intrik, manipulasi, dan dilema moral. Versi live action ini dirilis dalam dua bagian pada 2006: Death Note (17 Juni 2006) dan Death Note: The Last Name sebagai kelanjutan langsungnya.
5. “Gintama”
Rilis pada 2017, Gintama menghadirkan latar Edo alternatif yang dikuasai alien Amanto. Ceritanya mengikuti Sakata Gintoki, mantan samurai yang kini bekerja serabutan.
Bersama Shinpachi dan Kagura, ia terlibat dalam berbagai konflik penuh aksi, komedi absurd, serta parodi khas Gintama. Adaptasi ini dipuji karena mampu menangkap gaya humor dan dinamika anime-nya dengan baik.
6. “Alice in Borderland”
Adaptasi live action berikutnya berasal dari manga dan anime karya Haro Aso. Sebagai serial original Netflix, Alice in Borderland mengisahkan Arisu dan dua temannya yang tiba-tiba terjebak di dunia misterius bernama Borderland.
Di sana, mereka harus mengikuti permainan survival mematikan dengan berbagai tingkat kesulitan sambil mencari cara untuk kembali ke dunia nyata. Tayang perdana pada 2020, serial ini berjumlah 8 episode dan meraih respons positif karena cerita yang intens dan visual yang kuat.
7. “Attack on Titan”
Film live action asal Jepang ini mencoba mengangkat bagian awal cerita Attack on Titan, ketika umat manusia berlindung di balik tembok raksasa untuk menghindari para Titan. Eren, Mikasa, dan Armin tetap menjadi tokoh utama yang berusaha melawan ancaman tersebut, namun sejumlah aspek dunia dan hubungan antarkarakter mengalami perubahan cukup besar dari versi aslinya.
Meski memiliki ambisi besar, efek visual para Titan dianggap kurang memuaskan dan tidak sebanding dengan ekspektasi penggemar yang terbiasa dengan visual intens dari anime-nya. Beberapa karakter pun tampil jauh berbeda, seperti Mikasa dan Eren yang dinilai kehilangan dinamika khas mereka.
Baca juga: Serial “live-action” One Piece musim dua tayang 10 Maret
Baca juga: Naskah film adaptasi live action dari anime “Naruto” rampung
Baca juga: Serial live action “One Piece” musim kedua umumkan para pemeran baru
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

