Beranda Nasional Demi Tol Laut, Pemerintah Akan Perbanyak Alat Navigasi

Demi Tol Laut, Pemerintah Akan Perbanyak Alat Navigasi

590
0
BERBAGI

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya meningkatkan ketersediaan dan keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di Indonesia. Hal ini dilakukan demi keselamatan aktivitas pelayaran sebagai moda transportasi masyarakat maupun sarana pengangkut logistik dalam perkonomian. “Untuk SBNP kami nyalakan supaya efektif menyala, paling tidak 99 persen” tutur Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Perambuan dan Perbengkelan dan SBNP Direktorat Kenavigasian Ditjen Hubla Sudirman di Denpasar, Bali, Rabu (2/11), dilansir dari CNN Indonesia.

Sudirman mengungkapkan, beberapa contoh SBNP yang kerap dipasangan di antaranya, menara suar, pelampung suar, dan rambu suar. “Kalau menara suar sudah efektif menyala 99 persen, kalau rambu di angka 96-an persen, kalau pelampung sudah 100 persen,” ujarnya. Upaya menjaga keandalan alat bantu navigasi di Indonesa, lanjut Sudirman, mengalami tantangan dari kerusakan teknis, misalnya, saat sel silikon baterai tenaga surya (solar cell) -sumber daya rambu suar- tidak dapat mengisi ulang saat cuaca mendung. Akibatnya, lampu rambu suar tidak bisa menyala. Kerusakan juga bisa terjadi saat alat bantu navigasi tertabrak kapal.

Selain itu, tantangan juga muncul dari tindakan vandalisme maupun pencurian komponen alat bantu navigasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, misalnya pencurian sel silikon dan lampu suar pada rambu suar. Pencurian ini bisa terjadi karena sulitnya pengawasan untuk alat bantu navigasi yang berada di tengah-tengah laut. Padahal, untuk memasang rambu suar, negara perlu merogoh kocek setidaknya Rp1,1 miliar. “Tapi sekarang [pencurian] sudah berkurang mungkin sudah banyak yang memahami pentingnya alat bantu navigasi sebagai penuntun,” ujarnya.

Ke depan, Sudirman mengatakan, ketersedian dan keandalan alat bantu navigasi akan lebih diperbanyak  ke tiga area yaitu di rute tol laut, daerah perbatasan, dan rute pelayaran ke daerah pariwisata. “Biar nanti kapal-kapal ke daerah pariwisata agar aman,” tutupnya. Sebagai informasi, pada akhir tahun 2015 total SBNP milik Ditjen Hubla telah mencapai 2.463 buah atau lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, 2.275 buah.

LOGIN untuk mengomentari.