in

Di Masa Pandemi Covid-19, Kampanye Pekan Keselamatan Jalan tetap Digelar

PADANG, METRO—Meski dalam masa pandemi Covid-19, namun Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Wilayah III Sumbar, Deny Kusdyana, memastikan kegiatan Kampanye Pekan Keselamatan Jalan tahun 2020 ini, tetap dilaksanakan.

“Kegiatan Kampanye Pekan Keselamatan Jalan, rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Nah, tahun ini tetap dilaksanakan, meski menghadapi pandemi Covid-19,” ujar Deny, Jumat (17/7).

Deny menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan beberapa kegiatan yang berbeda dalam penyelenggaraan Pekan Keselamatan Jalan tahun ini. Pasalnya, kegiatan yang dilaksanakan harus memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Jika tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Pekan Keselamatan Jalan dilaksanakan mengumpulkan orang banyak. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, tidak boleh lagi mengumpulkan orang banyak. Kita sedang menyiapkan format kegiatan lainnya, sesuai protokol Covid-19,” ungkap Deny.

Deny juga sempat berpikir untuk melaksanakan kegiatan ini melalui video conference (vidcon). Namun, jika ini dilaksanakan, justru yang akan ikut kalangan terbatas dari instansi-instansi saja dan tidak akan berdampak sosialisasi tidak sampai ke tengah masyarakat.“Kita lagi cari strateginya. Termasuk juga melibatkan media nantinya, agar sosialisasi sampai ke tengah masyarakat,” terangnya.

Meski dihadapkan pada masa pandemic Covid-19, Deny berharap kegiatan Pekan Keselamatan Jalan tetap menghadirkan masyarakat. Namun, jumlahnya terbatas dan tetap jaga jarak. Salah satu kegiatan yang memungkinkan dilaksanakan nanti, kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Kota.
“Dapat juga kegiatannya dilakukan dengan sosialisasikan ke sekolah-sekolah di beberapa daerah secara terbatas. Nanti, sosialisasinya kita sampaikan kepada siswa dan guru kebijakan-kebijakan di bidang keselamatan jalan,” ungkapnya.
Deny menegaskan, sosialisasi keselamatan jalan ke sekolah-sekolah sangat penting. Karena nilai-nilai dan peraturan keselamatan di jalan raya perlu ditanamkan sejak usia dini dan tidak bisa instans. “Bahkan, sosialisasi tidak hanya ke sekolah-sekolah. Termasuk juga kalau perlu ke-kampus-kampus,” tambahnya.

Kegiatan Pekan Keselaamatan Jalan juga diisi dengan kegiatan perlombaan terkait protokol kesehatan Covid-19 bidang transportasi dan lalu lintas.”Melalui berbagai kegiatan ini, kita berikan dukungan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Kota, agar juga ikut kampanyekan Pekan Keselamatan Jalan.

Rangkaian kegiatan Pekan Keselamatan Jalan ini akan dimulai pada Agustus nanti. Saat ini dalam persiapannya dalam proses lelang. Selain menyiapkan beberapa rangkaian kegiatan, puncak Pekan Keselamatan Jalan, pada 17 September bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), juga dilaksanakan seremonial terbatas. “Kegiatan puncak nantinya menghadirkan pimpinan daerah dan pusat, yang akan memberikan informasi kebijakan protokol kesehatan lalu lintas,” terangnya.

Kampanye Pekan Keselamatan Jalan, menurut Deny, adalah salah satu upaya sosialisasi ke tengah masyarakat untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Selaian kampanye, upaya menekan kecelakaan lalu lintas dilaksanakan dengan selalu berkordinasi dengan pihak kepolisian. Kordinasi dilaksanakan, untuk mengevaluasi titik-titik mana saja yang rawan kecelakaan dan penyebabnya. “Jika pada titik rawan kecelakaan tersebut, ternyata dari pihak kepolisian mengungkapkan penyebabnya karena minimnya rambu lalu lintas. Maka kita akan pasang rambu-rambu di sana. Jadi evaluasi ini terus kita lakukan dengan berkordinasi dengan kepolisian,” ungkap Deny. (fan)


What do you think?

Written by virgo

Kumpulan Soal Penilaian Harian, PTS, PAS SD Kelas 1 – 6 K13 Terlengkap

Menteri LHK Mantapkan Upaya Pencegahan Permanen Karhutla di Riau