PADANG, METRO– Lantunan lagu-lagu religius berjudul Tombo Ati, Rapuh, Ya Maulana, Alhamdulillah hingga Assalamualaikum yang dibawakan Artis Ibukota Opick, membius ribuan warga Kota Padang di lapangan DPRD Kota Padang, Sabtu malam (7/11).
Ribuan warga serentak mengangkat tangan dan menghidupkan cahaya lampu di handphone bernyanyi bersama Opick. Selain Opick, malam itu ribuan warga juga dihibur artis Khairat KDI.
Opick hadir malam itu hadir di Kota Padang memeriahkan Expo UMKM Syariah yang diinisiasi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) M Iqra Chissa Putra.
Tidak hanya menikmati lantunan lagi islami, pengunjung yang hadir malam itu juga menikmati berbelanja berbagai kuliner dan produk unggulan budaya khas Minangkabau. Malam itu dari 30 stand yang disediakan terdapat 25 produk UMKM yang mengisi stand tersebut.
Wakil Ketua DPRD Sumbar M Iqra Chissa Putra mengatakan, Expo UMKM Syariah yang digelar dua hari, Sabtu dan Minggu (7-8/11) hasil kolaborasi DPRD Sumbar dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar.
Kegiatan ini bentuk kepedulian DPRD Sumbar dan Pemprov Sumbar menumbuhkan UMKM di daerah ini.
“UMKM benteng dan pondasi ekonomi masyarakat Sumbar. Bukan sekadar usaha kecil menengah, tetapi roda ekonomi kita bersama, membuka lapangan kerja dan memutar ekonomi kita,” terang Wakil Rakyat dari Partai Golkar itu.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang itu berharap, masyarakat yang hadir pada Expo UMKM Syariah ini dapat berbelanja dan datang ke stand UMKM yang ada.
“Ada 25 produk UMKM yang mengisi stand. Berbagai macam yang dijual. Bukan hanya makanan ada produk unggulan budaya dan ciri khas Sumbar,” terangnya.
Hadirnya Expo UMKM Syariah ini bertujuan menggenjot perekonomian di Sumbar dengan kolaborasi bersama.
“Kita laksanakan di Kecamatan Kuranji agar ada tumbuh kembang ekonomi di kecamatan ini. Berikutnya nanti digelar di 11 kecamatan di Kota Padang. Doakan tahun besok kita laksanakan agenda yang sama dan datangkan artis yang lebih meriah lagi,” harapnya.
M Iqra Chissa mengaku puas dengan pelaksanaan Expo UMKM Syariah ini, karena dari hasil peninjauannya ke stand-stand, penjualan produk UMKM cukup banyak dan laris manis. “Sudah banyak yang habis dagangannya. Bahkan sudah ada yang berganti-ganti jualannya,” ungkapnya terharu.
Asisten II Setdaprov Sumbar, Yozarwardi Usama Putera yang mewakili Gubernur Sumbar malam itu mengapresiasi hadirnya Expo UMKM Syariah yang diinisiasi Wakil Ketua DPRD Sumbar M Iqra Chissa.
Kegiatan ini menurutnya menjadi ajang bagi UMKM meningkatkan transaksi dan promosikan produk UMKM Sumbar dan Kota Padang.
Expo UMKM Syariah kegiatan pameran promosi produk UMKM yang menekankan prinsip ekonomi syariah, produk halal dan transaksi ekonomi syariah.
Pada Expo UMKM Syariah ini dihadirkan 25 produk UMKM dengan jenis produk kuliner halal, fashion muslim dan kerajinan lokal yang sesuai prinsip syariah.
Yozarwardi mengungkapkan, saat ini terdapat 113.975 UMKM di Sumbar yang sudah miliki sertifikat halal. Bahkan, pemerintah menargetkan hingga akhir Oktober 2028 semua produk yang beredar di Indonesia wajib miliki sertifikat halal.
Dengan sertifikasi halal, Pemprov Sumbar terus berkomitmen perkuat ekosistem UMKM Syariah. “Upaya ini butuh kolaborasi pemerintah, DPRD perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi dan komunitas,” ungkapnya.
Yozarwardi berharap Expo UMKM Syariah jangan berhenti sebagai pameran dan transaksi sesaat. Tetapi dapat menjadi peluang membangun jejaring bisnis, memperluas akses pembiayaan dan kerja sama berkelanjutan. “Ukuran keberhasilan bukan sekadar ramai, tetapi harus berdampak manfaat nyata bagi pelaku UMKM, setelah acara selesai,” harapnya.
Yozarwardi juga berpesan, agar Pelaku UMKM dapat menjaga kualitas produknya, memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran dan juga selalu berinovasi. “Harus selalu berinovasi karena peluang pasar akan terus berkembang dan persaingan semakin kompetitif,” ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal mengatakan, di Sumbar saat ini terdapat 740.347 pelaku UMKM. Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar telah melaksanakan pelatihan terhadap pelaku UMKM. Namun, mereka terkendala pasar untuk memasarkan produknya. “Hadirnya Expo UMKM Syariah bertujuan promosikan dan pasarkan produk UMKM Sumbar,” ucapnya.
Pengembangan UMKM menurutnya, tidak bisa orang perorangan. Perlu jaringan, dukungan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, wirausaha dan masyarakat.
Selain promosikan dan memasarkan produk UMKM, melalui Expo UMKM Syariah juga mendorong generasi muda kreatif melalui aktivitas lomba fashion show tingkat SD.
“Melalui Expo UMKM Syariah, ada lomba fashion show islami tingkat SD, ada talk show. Juga ada penampilan hiburan yang mendorong semangat UMKM melalui artis islami, Khairat KDI, dan Opick. Hadirnya expo ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” ucapnya.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir mengatakan, atas nama Pemko Padang apresiasi digelarnya Expo UMKM Syariah.
Karena ini sejalan dengan visi Pemko Padang bersama DPRD Padang yakni, menggerakkan segala potensi Mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Pintar (Smart City) dan Kota Sehat, berlandaskan Agama dan Budaya, menuju kota yang Maju dan Sejahtera. “Visi Pemko Padang ini hari ini diwujudkan seorang tokoh muda M Iqra Chissa,” ucapnya.
Maigus mengatakan, awal 2026 ini, Pemko Padang mulai terapkan sistem pengelolaan keuangan syariah. Dimulai dari pembayaran gaji pegawai, lalu, produk yang dilahirkan Kota Padang melalui sistem syariah. Termasuk juga transaksi dan pembiayaan menerapkan sistem syariah.
Atas penerapan sistem syariah tersebut, Kota Padang berhasil meraih prestasi juara pertama pengelolaan keuangan syariah di Sumbar.
“Kota Padang juga ditetapkan oleh Menteri Ekonomi Kreatif mewakili Indonesia melalui program gastronomi city pengembangan UMKM kuliner, untuk mendapatkan pengakuan UNESCO. Kita targetkan tahun 2027 Kota Padang menjadi kota gastronomi dunia. Kita bakal hadirkan 28 negara di Padang nantinya,” ucapnya.
Penerapan sistem ekonomi syariah di Kota Padang, menurutnya, juga bagian dari implementasikan ABS-SBK. “Kita tidak hanya sekadar menjadikan ekonomi syariah slogan. Tetapi harus menjadi realita dalam kehidupan masyarakat,” harapnya.(fan)
