in

Eks Menkeu Mar’ie Muhammad Dirawat di RS Pusat Otak

Mantan Menteri Keuangan era Orde Baru Mar’ie Muhammad saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur. Hingga kini belum diketahui penyakit yang diderita Mar’ie. Kabar duka itu diketahui dari cuitan yang dibuat Mohammad Mahfud MD. Melalui akun Twitternya, Mahhfud menyebar informasi itu disertai foto saat membesuk. Dalam foto itu, Mar’ie tampak terbaring di ranjang dengan bantuan alat medis di bagian pernapasan. “Berdoa untuk kesembuhan kanda Mar’ie Muhammad (Menkeu yang Mister Clean). Sekarang sedang dalam perawatan di RS Pusat Otak Nasional, Cawang,” tulis Mahfud dalam cuitnya, Kamis (17/11).

Dilansir dari CNN Indonesia, Mar’ie kini berusia 77 tahun. Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, ini dikenal sebagai Mr Clean karena perjuangannya memberantas korupsi di era pemerintahan Presiden Soeharto. Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 1993-1999, Mar’ie dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pajak periode 1988-1993. Saat itulah dia berusaha membersihkan institusinya dari pegawai yang terindikasi melakukan korupsi. Jauh sebelum dia memimpin direktorat tersebut, kantor pajak dikenal sebagai lahan basah praktik suap dan korupsi. Para pegawai kantor pajak dan wajib pajak kongkalikong merugikan keuangan negara.

Mar’ie tak pandang bulu dalam memberantas korupsi di Direktorat Jenderal Pajak. Dia tidak hanya menyasar pengusaha korup, tapi juga membidik para pejabat negara. Suatu ketika pihaknya tengah mengumpulkan data pajak bumi dan bangunan (PBB) pada 1989. Mar’ie datang ke kediaman Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Dia membawa pita ukur dan menghitung luas rumah Soeharto. Mar’ie memimpin langsung proses pengumpulan data PBB. Program lainnya berlanjut. Di tengah situasi korup pemerintahan Orde Baru, Mar’ie tidak terpengaruh melakukan korupsi. Dia justru berjuang untuk membersihkan lembaganya dari praktik korupsi.

Langkah bersih-bersih Mar’ie bukan tanpa hasil. Selama lima tahun memimpin Ditjen Pajak, uang pajak yang terkumpul sebesar Rp19 triliun, lebih besar dari targetnya Rp9 triliun. Melihat hasil kerja Mar’ie, Soeharto kemudian mengangkatnya menjadi Menteri Keuangan. Mar’ie pernah menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas yang terlalu besar. Dua anggaran bagi pejabat Kementerian Keuangan yang terbilang fantastis jumlahnya. Di luar kiprahnya di lingkungan kekuasaan, Mar’ie juga mendirikan organisasi antikorupsi, Masyrakat Transparansi Indonesia (MTI). Selain itu, dia juga pernah menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2004-2009.

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Bentrok dengan Militer, Warga Rohingya Lari ke Bangladesh

Mantan Wabup Natuna Imalko Divonis 22 Bulan