in

Jasa Keuangan Singapura Hadapi Digitalisasi

SINGAPURA – Memperkenalkan digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan bagi sektor jasa keuangan, khususnya di Singapura. Digitalisasi sekarang sebuah keharusan dan hal ini telah membuat beberapa perusahaan-perusahaan merasakan ketegangan karena harus beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Menurut sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh Robert Half Singapore, lembaga bidang perekrutan tenaga kerja, yang dipublikasi situs www.businessinsider.sg pada Selasa (24/10), sekitar 7 dari 10 CFO di Singapura, yang bergerak dalam jasa keuangan, mengatakan terus menantang tim keuangan mereka agar segera menyesuaikan diri dengan pesatnya digitalisasi dalam sektor jasa keuangan.

Dalam pemberitaan itu disebutkan pula sekitar 58 persen CFO menerapkan program pelatihan untuk membantu para staff mereka beradaptasi dengan teknologi baru, 48 persen CFO telah menciptakan sebuah tim khusus untuk inisiatif dan 43 persen CFO merekrut tenaga ahli untuk bekerja secara temporari.

Adapun sebanyak 41 persen CFO merekrut tenaga professional secara permanen untuk mengatasi perubahan ini.

Perusahaan-perusahaan jasa keuangan, yang menggunakan inovasi teknologi, teridentifikasi produktifitas perusahaan-perusahaan tersebut naik sekitar 60 persen. Kenaikan serupa terjadi pada cost saving sebesar 51 persen dan 47 persen untuk efisiensi.

Riset yang dilakukan Robert Half Singapore, juga menemukan sekitar 6 dari 10 CFO bidang jasa keuangan di Singapura menemukan sulit bagi tim keuangan mereka untuk beradaptasi dalam penerapan teknologi-teknologi baru di perusahaan.

Sementara itu, sekitar sepertiga CFO menemukan fungsi keuangan mereka kekurangan keterampilan dalam menghadapi perkembangan dan penerapan langkah-langkah digitalisasi.

“Hampir setiap sektor industri mengalami dampak gangguan dari meningkatnya digitalisasi dan teknologi-teknologi baru, tanpa terkecuali sektor jasa keuangan,” kata Matthieu Imbert-Bouchard, Direktur Manajer Robert Half Singapore.

Dorong Perubahan

Menurut Imbert-Bouchard, meskipun tidak lazim bagi profesional diberbagai sektor industri untuk ragu-ragu mendorong perubahan, namun saat ini sektor bisnis membutuhkan hak infrastruktur dan bakat dalam mendorong perubahan ini.

Penerimaan umum di berbagai sektor industri akan sangat penting bagi perusahaan-perusahaan Singapura untuk menuai keuntungan perkembangan teknologi dan memperkuat posisi persaingan di kawasan.

Riset Robert Half Singapore menemukan pula bahwa industri jasa keuangan Singapura telah memahami adanya kebutuhan untuk meningkatkan keuntungan dari teknologi.

Sebagai hasilnya, sekitar dua per tiga atau 66 persen CFO yang diriset, mengatakan teknologi anggaran mereka kemungkinan akan naik dalam 5 tahun kedepan. Mereka juga mengatakan digitalisasi adalah bagian dari strategi untuk menghadapi ganggunan teknologi. uci/businessinsider/I-1

What do you think?

Written by Julliana Elora

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Geram Susah Berkoodinasi Dengan BBPJN II Sumbagsel

Seram Bangat ! Inilah 10 Penemuan Hewan Misterius Yang Terdampar di Pinggir Laut, Salah satunya di Indonesia