in

Joshi Putri Cahyani Curhat Tak Tahan Hidup di Jepang ke Adiknya yang di Padangpariaman

Joshi Putri Cahyani, 23, gadis dari Padangpariaman yang diduga menjadi korban pembunuhan di Jepang.

PADEK.JAWAPOS.COM– Joshi Putri Cahyani, 23, gadis dari Padangpariaman yang diduga menjadi korban pembunuhan di Jepang, beberapa hari sebelum hilang sempat curhat ke adiknya, Jesi, 16, kalau ia sudah tak tahan hidup di Jepang.

“Jadi anak kami ini, meski dia di Jepang tiap hari tetap berkomunikasi dengan WA ke adiknya, Jesi. Beberapa hari terakhir sebelum hilang kontak, Joshi curhat ke adiknya, kalau ia sudah tak kuat di Jepang. Si Adik pun menangis menyuruh kakaknya pulang saja ke Indonesia, tapi Joshi bilang tunggu selesai sekolah dulu sampai 6 bulan, setelah itu dia pulang,” ujar Ardinas, bibi Joshi saat dihubungi Padang Ekspres, Sabtu (26/8).

Namun demikian kepada adiknya, Joshi tak pernah cerita apa yang membuatnya tak tahan di Jepang. Ketika sang adik meminta untuk segera pulang, Joshi meminta adiknya untuk sabar.

Joshi menyebut ingin menyelesaikan sekolah bahasa Jepang dulu sehingga nantinya dia memiliki kemampuan Bahasa Jepang bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bisa membanggakan keluarga.

Dengan terisak Tek Dinaih, begitu Joshi biasa memanggilnya menyebut Joshi menempuh pendidikan SD hingga SMP di Nagari Aur Malintang Selatan, Padangpariaman. Sejak kecil, Joshi terkenal pintar, ia selalu meraih juara mulai dari SD hingga SMP. Joshi tinggal bersama neneknya di Korong Lancang, Aur Malintang Selatan.

Ayah dan Ibunya berpisah. Ayahnya merantau ke Jakarta, Ibunya ke Malaysia. Joshi kemudian melanjutkan sekolahnya ke SMK Penerbangan Padangpariaman. Joshi yang dikenal baik dan tidak banyak tingkah ini selalu pulang ke rumah neneknya saat libur sekolah.

“Nah setelah tamat SMK, Joshi ikut ayahnya ke Jakarta. Di sana dia kursus Bahasa Jepang dan mendapatkan beasiswa untuk Sekolah Bahasa Jepang langsung di Jepang. Rencananya selesai sekolah, ia nanti kuliah di Jepang,” ujar Dinaih, terisak.

Dinaih dengan terbata-bata berucap tak pernah sedikit pun berfirasat musibah seperti ini menimpa Joshi. Cuma ia akui langsung khawatir, begitu kakaknya, Desmawati, 53, ibu Joshi, menelepon, kalau Joshi dilaporkan hilang kontak sejak 17 Agustus 2023 oleh teman sekamarnya.

Beberapa hari setelah hilang kontak dengan teman dan keluarga, Joshi kemudian ditemukan tewas dalam apartemen di Maebashi, Prefektur Gunma, Jepang. Joshi baru tinggal 4 bulan di Negeri Sakura.

Meski saat ini Joshi saat ini sudah dipastikan meninggal dunia, namun Dinaih beserta keluarga yang lainnya belum berani memberitahukan perihal kematian Joshi kepada neneknya. Joshi merupakan cucu kesayangan yang memang sejak bayi sudah tinggal bersama sang nenek.

“Musibah ini tentu harus kami terima dengan ikhlas. Namun kami berharap jenazah Joshi bisa segera diberangkatkan ke sini. Ibunya Senin dipastikan sudah berangkat dari Malaysia, begitu juga Ayahnya, Minggu sampai di Piaman,” ujarnya. (nia)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Menjadi Trendsetter dengan Tas Eureka Konveksi Tas: Gaya yang Unik dan Berkualitas Tinggi

Stars & Rabbit kagum melihat keindahan Lombok