in

Ketua MPR RI : Ilmu Pengetahuan Kekayaan Abadi Untuk Masa Depan

Ketua MPRRI menguji dua pelajar di sosialisasi empat pilar. (ist)

Ketua MPRRI menguji dua pelajar di sosialisasi empat pilar. (ist)

BANDUNG (Berita) ” Ilmu pengetahuan merupakan kekayaan abadi yang menjadi syarat utama menjemput masa depan. Karena itu, kalau mau maju kuncinya belajar. Rebut itu ilmu untuk masa depan,” ujar Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memotivasi ratus pelajar, generasi muda Nahdatul Ulama (NU) dan mahasiswa peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Universitas Islam Nusantara, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, (23/8).

Tanpa dibekali ilmu, tambah Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang menjadi pembicara pada acara
Sosialisasi Empat Pilar MPR yang terselenggara atas kerja sama MPR RI dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif Kota Bandung, maka akan mengancam pupusnya masa depan generasi muda.

Namun, ilmu tidak akan diperoleh kalau tidak belajar atau direbut secara sungguh-sungguh.
Sebab, tanpa kesungguhan belajar maka ilmu tidak mungkin bisa diperoleh atau sama saja menyia-
nyiakan masa depan.

“Kalau itu terjadi maka akan seperti kata Bung Karno, menjadi kuli di negeri sendiri atau di
negeri orang,” kata Zulkifli mengutip pesan Presiden RI pertama Sukarno.
Bekal lain yang juga dituntut generasi muda untuk menggapai masa depannya adalah memahami
sejarah leluhurnya. Untuk mengetahui sejarah para pejuang dan teladan bangsa itu, generasi muda
dituntut untuk gemar membaca.

“Jadi kalau ngga baca buku sejarah. Maka tidak akan tahu,” katanya.

Dua bekal yang disebutnya itu, merupakan warisan yang tidak akan pernah habis untuk dimanfaatkan
oleh siapapun ahli waris yang menggunakannya. Karena itu, lebih penting dibanding warisan materi.
“Warisan harta, bisa membuat ahli waris bertengkar. Warisan rumah. Bisa sewaktu-waktu rumahnya
digusur,” sebutnya.

Tidak kalah penting, kesuksesan seseorang sangat ditentukan doa dari orang tua terutama ibu. Doa
ibu merupakan kunci keberkahan dari kesuksesan yang diraih.
“Agar ada keberkahan jangan sampai melawan ibu. Boleh membantah sesekali Bapa, tapi kalau
Ibu Tidak. Doa ibu adalah doa yang akan dijawab pasti diijabah oleh yang maha kuasa,” kata
Zulkifli.

Diawal paparannya, Zulkifli Hasan menuturkan, bangsa ini bisa merdeka dan dipertahankan karena
ada peran santri dan kiai.”Untuk mempertahankan Indonesia, KH Hasyim Ashary mengeluarkan fatwa jihad,” ujarnya.

Untuk mengisi kemerdekaan berkat peran santri dan ulama itu, Zulkifli Hasan mengajak semua eleman bangsa untuk mengimplementasikan Empat Pilar.

Dicontohkan, konstitusi menegaskan negara wajib melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
“Untuk itu bila ada masyarakat yang tak sejahtera maka negara wajib hadir,” tegasnya.

Bagi Zulkifli Hasan, semua warga negara mempunyai hak yang sama. “Orang Lampung dan orang Bandung mempunyai hak yang sama,” paparnya.

Meski bangsa Indonesia berbeda dan beragam namun keragaman itu merupakan kekuatan. “Keragaman itu merupakan keindahan. Dalam keragaman, kita harus saling menghargai,” tambahnya.

Dalam sosialisasi itu, Zulkifli Hasan dengan gaya yang terbuka menguji hafalan sila-sila
Pancasila. Beberapa pelajar ditest. “Saya senang para pelajar sudah hafal Pancasila,” ujarnya.(aya)

What do you think?

Written by virgo

Untuk Kesehatan dan Perlindungan Anak, Kemenkes Imbau Masyarakat tidak Ragu Imunisasi MR

4 Pengantin Ini Tetapkan Mahar Termurah Hingga 70ribu Rupiah Aja