in

Lion Air Layani Palembang-Jeddah

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersama Ketua DPD ASITA Anton Wahyudi dan Manajer Lion Air Haris Pramono di Griya Agung Palembang, Rabu (18/10).

Palembang, BP–Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin menyambut baik rencana Maskapai Lion Air membuka rute penerbangan langsung Palembang-Jeddah mulai November 2017.

Rute baru itu diharapkannya semakin mempermudah masyarakat Sumsel yang hendak melaksanakan ibadah umrah. Penerbangan langsung tersebut merupakan hasil kerja sama antara Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Sumsel dan pihak Lion Air yang melihat betapa repotnya jemaah umrah lanjut usia harus transit dulu saat melakukan perjalanan ke Tanah Suci.

Untuk mendukung agar rute Palembang-Jeddah ke depannya tetap berjalan baik, Alex menginstruksikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel melakukan peninjauan ulang terhadap perizinan travel umrah luar yang beroperasi di Sumsel, khususnya Kota Palembang.

Menurut mantan Bupati Musi Banyuasin dua periode ini, selain mencegah terjadinya penipuan berkedok paket umrah, juga mencegah penarikan jemaah umrah Sumsel ke luar wilayah Sumsel. Sehingga jemaah harus diberangkatkan dan membayar di luar Sumsel.

“Kanwil Kemenag akan saya minta stop perizinan travel luar yang mengambil jemaah umrah dari Palembang dan memberangkatkan dari luar Palembang. Ini penting untuk kenyamanan jemaah melaksanakan ibadah umrah,” tegas Alex saat menerima audiensi Ketua DPD ASITA Anton Wahyudi, beserta Manajer Lion Air Haris Pramono, di Griya Agung Palembang, Rabu (18/10).

Ketua DPD ASITA Sumsel Anton Wahyudi mengatakan, akan dibukanya penerbangan langsung Palembang-Jeddah karena pihaknya melihat besarnya animo masyarakat Sumsel untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Penerbangan pertama akan dilaksanakan pada 13 November 2017 mendatang. Kita harapkan Pak Gubernur bisa melepas jemaah pada penerbangan perdana tersebut,” ujar Anton.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menghindari penipuan paket umrah yang marak terjadi, pihaknya mengimbau masyarakat Sumsel untuk berhati-hati memilih travel dan jangan mudah tergiur dengan harga murah.

“Kalau ada yang menawarkan paket umrah di bawah Rp15 juta, itu sangat tidak masuk akal. Sebab komponen tiket pesawat sudah mencapai angka Rp12 jutaan. Belum lagi untuk keperluan lainnya seperti hotel, perlengkapan umrah, transportasi, dan lainnya,” jelas dia.

Ditambahkan Manajer Lion Group Haris Pramono, penerbangan langsung Palembang-Jeddah akan menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 dengan kapasitas 175 tempat duduk, yang merupakan tipe pesawat terbaru dari Boeing.

“Palembang-Jeddah ditempuh hampir 8 jam. Transit satu kali di India untuk mengisi bahan bakar kurang lebih 30 menit dan jemaah tidak turun dari pesawat,” tuturnya.

Selain Palembang, lanjut Haris, Maskapai Lion Air juga membuka penerbangan langsung ke Jeddah secara serentak di 11 daerah, seperti Aceh, Bandung, Jakarta, Solo, Balikpapan dan lainnya. Untuk penerbangan langsung Palembang-Jeddah nantinya akan dilaksanakan setiap Senin dan kepulangan pada Kamis.

“Kita melihat jemaah dari Sumsel cukup banyak dan selama ini berangkatnya tersebar seperti transit di Jakarta, ada juga yang ke Singapura dulu. Tentu ini tidak nyaman bagi jemaah karena harus naik turun pesawat. Makanya kita buka penerbangan langsung ini untuk memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” tutupnya. #rio

What do you think?

Written by Julliana Elora

Lewat Undercover Buy, Polisi Bongkar Aksi Prostitusi

Imigrasi dukung penerbangan langsung Palembang-Jeddah