in

Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur! Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa se Kota Padang dan juga Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar demo di depan Kantor Gubernur Sumbar, kemarin (15/6).

Mereka menyampaikan dua poin tuntutan. Mulai dari menolak revisi Undang-Undang No 12 tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Perundang-undangan dan menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Sebelum melakukan aksi, massa melakukan long march sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Massa berkumpul di depan kantor gubernur mulai dari pukul 14:20. Merasa tuntutannya tidak diterima, massa mahasiswa tersebut tetap berada di depan kantor gubernur hingga pukul 16:30.

Tuntutan massa dituangkan dalam spanduk-spanduk yang mereka bawa. Spanduk ada yang bertuliskan “UU oligarki secepat kilat kalau UU untuk rakyat mati di tempat, rakyat merana sumbar menderita #tolakrevisiuuno.12 tahun 2011, tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja”. Serta tulisan-tulisan lainnya. Meski di tengah hujan mahasiswa tetap bersemangat berorasi.

“Kami datang ke sini untuk menuntut dan memperjuangkan suara rakyat Indonesia. Kita melihat masih adanya rakyat yang menderita. Hari ini kita harus memperjuangkan suara rakyat yang masih tertindas,” sorak salah seorang orator pada saat aksi berlangsung.

Selanjutnya, orator juga menyuarakan bahwa revisi UU No. 12 Tahun 2011 tersebut inkonstitutional dan cacat hukum sehingga tidak bisa dilaksanakan. Yang diubah bukan UU Cipta Kerja namun yang diubah adalah per UU.

“Apakah itu bentuk keadilan atau yang ditanamkan oleh pemerintah. Hal ini tentu merugikan semua pekerja Indonesia, semua buruh di Indonesia, yang secara langsung terjerat ketidak adilan peraturan yang diciptakan oleh pemerintah itu sendiri,”ujar orator tersebut.

Sementara itu, mengenai UU Omnibus Law orator tersebut mengatakan pemerintah harus berpihak kepada rakyat. “Kita gaungkan mosi tidak percaya kepada pemerintah Provinsi Sumatera Barat!” tegas Irwandi, Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Barat.

“Hari ini kami telah turun ke jalan, namun apabila dalam kurun waktu seminggu masih belum ada konfirmasi dari pihak kantor gubernur terhadap tuntutan kami, maka kami pastikan akan turun kembali dengan massa aksi yang lebih banyak,” tegas Irwandi.

Sementara itu Kasat Intelkam Polresta Padang  Kompol Ridwan mengatakan dalam aksi massa ini, pihaknya telah melakukan pengamanan dengan cara yang humanis.

“Kami telah malakukan penjagaan dengan cara yang humanis. Ke depannya mereka akan datang dengan massa yang lebih besar lagi maka kami akan melakukan pengamanan dengan baik,” ujar Kompol Ridwan.

Perwakilan dari Kantor Gubernur Sumbar katanya juga telah menerima aspirasi dari massa, dan akan disampaikan kepada pimpinannya. Ia juga mengatakan para massa aksi juga tertib dan taat hukum walaupun aksi diguyur hujan.

D“Mereka tetap tertib, meskipun tadi juga sempat memaksa menemui gubernur. Tapi gubernur tidak di tempat. Makanya tadi ada perwakilan dan massa kembali tertib,” ungkapnya. (cr5)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Tidak Direspon Pemda Soal Tunjangan, BPD Mengadu Ke DPRD

Dirut Bank Nagari Dukung Konferprov PWI Sumbar 23 Juli 2022 di Padang