in

Makna merayakan Natal bagi Artis Yosi Mokalu

Jakarta (ANTARA) – Musisi Yosi Mokalu memiliki pendapat sendiri mengenai makna perayaan Natal yang diperingati umat kristiani setiap tanggal 25 Desember.

Menurut Yosi, perayaan Natal yang setiap tahun diperingati tanggal 25 Desember itu merupakan bagian dari sebuah tradisi.

“Natal yang dirayakan bulan Desember atau ada yang dirayakan November atau awal Januari itu hanyalah perayaan yang sifatnya tradisi di mana seluruh dunia itu orang mungkin melihat sebagai season of giving, jadi musim saling memberi,” kata Yosi Mokalu kepada ANTARA, Kamis (24/12).

Yosi melanjutkan bahwa Hari Natal merupakan hadiah yang diberikan oleh Tuhan bagi umatnya melalui kedatangan Yesus Kristus.

“Tetapi makna yang harus dipahami sebenarnya natal sendiri adalah sebuah hadiah dari Tuhan buat kita ketika kita kedatangan Yesus di dunia, itu memberikan arti. Kita mendapatkan kehidupan lebih baik dengan kedatangannya,” ujar Yosi.

Personel grup Project Pop itu menambahkan bahwa esensi atau tradisi dari perayaan Natal itu seharusnya tak hanya dilakukan hanya pada 25 Desember, tetapi juga setiap hari.

“Dia (Yesus) akan menebus dosa kita dan kita akan memiliki hubungan yang baik dengan pencipta kita. Nah, itu sebetulnya tidak perlu dirayakan hari Natal saja, itu perlu diperingati dan dirayakan setiap hari,” imbuhnya.

Personel grup musik Project Pop itu mengaku sudah memiliki rencana mengadakan acara perayaan Natal bersama komunitas. Namun untuk tahun ini acara tersebut terpaksa harus diadakan secara virtual.

“Ada beberapa perayaan Natal tahun ini seperti bersama komunitas tapi kita melakukan perjumpaan online,” kata Yosi Mokalu.

Meskipun tidak dapat bertemu secara langsung, namun Yosi mengatakan telah mempersiapkan segala keperluan agar acara perayaan tetap berjalan menyenangkan.

“Jadi perayaan tetap kita persiapkan Zoom, tetapi tetap saja dengan persiapan matang. Kita buat perayaan sedemikian fun, ada award, ada games,” ujar Yosi.

Bagi Yosi, keterbatasan yang ada saat ini membuatnya merasa tertantang untuk tetap menikmati momen perayaan Natal di tengah pandemi COVID-19.

“Tetapi walaupun secara online kita tertantang membuat perayaan yang dapat dinikmati oleh setiap komunitas tersebut,” imbuhnya.

What do you think?

Written by Julliana Elora

HP Sopir  Taksol Dirampas Orang Tak Dikenal

Komisi I DPRD Sumsel Lakukan Investigasi Terkait Penjualan Pondok Mesudji di Yogyakarta