

Jakarta (ANTARA) – Kita mungkin pernah melihat tayangan anak-anak yang memakai kostum unik ketika merayakan Halloween. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta permen.
Tradisi ini disebut trick or treat dan menjadi kebiasaan yang identik dengan perayaan Halloween. Mungkin akan timbul sebuah pertanyaan di benak kita, bagaimana awalnya ada tradisi membagikan permen? Dan mengapa tradisi tersebut sangat erat dengan Halloween? Simak penjelasannya di bawah ini.
Baca juga: Mengapa labu identik dengan Halloween? Ini sejarah Jack-o’-Lantern
Awal mula tradisi meminta permen
Trick or treat berawal dari perayaan Halloween yang sudah ada dari berabad-abad lalu. Tradisi ini berakar dari festival Samhain yaitu perayaan panen masyarakat Kelt kuno pada 31 Oktober. Nama Samhain berasal dari bahasa Irlandia yang berarti akhir musim panas.
Melansir dari UNICEF, anak-anak di Skotlandia dan Irlandia mengikuti tradisi guising pada malam sebelum hari semua orang kudus atau All Hallows Eve di abad ke-16. Mereka mengenakan kostum, menyanyikan lagu, atau membacakan puisi untuk mendapatkan makanan dan uang.
Kebiasaan ini lalu dibawa oleh imigran Skotlandia dan Irlandia ke Amerika Sekitar pada pertengahan abad ke-19. Lama kelamaan, tradisi Halloween juga dibumbui aksi jahil seperti mengacak-acak barang milik warga yang seakan-akan disebabkan oleh gangguan mistis.
Di beberapa kasus, aksi jahil itu berubah jadi membahayakan seperti membalikkan mobil dan memotong tiang telepon. Agar tidak ada kerusakan serius yang mencelakakan, sejumlah orang akhirnya mengusulkan tradisi memberikan makanan atau permen kepada anak-anak yang datang berkunjung.
Lalu, memasuki tahun 1920-an tradisi ini mulai dikenal sebagai trick or treat. Tradisi tersebut berkembang menjadi kegiatan Halloween ketika anak-anak memakai kostum dan mengelilingi rumah-rumah untuk mendapatkan permen.
Baca juga: Mengapa orang memakai kostum seram saat Halloween?
Permen jadi ikon Halloween
Mengutip dari National Geographic, tradisi trick or treat semakin terkenal setelah Perang Dunia II dan coklat menjadi permen yang paling banyak dibagikan saat Halloween. Bahkan, di tahun 2009 Halloween menjadi momen penjualan cokelat tertinggi di Amerika Serikat dan popularitasnya semakin melejit.
Halloween juga menjadi momen besar bagi industri permen. Menariknya, masyarakat Amerika Serikat rela menghabiskan miliaran dolar untuk membeli permen Halloween. Candy corn atau permen berbentuk kerucut berwarna putih, kuning, dan oranye juga menjadi cemilan wajib saat Halloween.
Ketika Perang Dunia II sebenarnya sempat ada pembatasan gula yang membuat tradisi berbagi permen saat Halloween menjadi berkurang. Namun, untungnya saat 1950-an permen kembali mudah didapatkan lagi. Berbagai brand permen pun mulai memanfaatkan tradisi trick or treat untuk meningkatkan penjualan.
Baca juga: Ragam tradisi Halloween berbagai negara, tak melulu soal kostum seram
Baca juga: 8 fakta unik Halloween yang jarang diketahui banyak orang
Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

