in

Merazia Alquran

SEBUAH media daring pada Senin kemarin memberitakan aparat kepolisan merazia toko buku di pusat-pusat perbelanjaan di Kota Tangerang Banten. Razia dilakukan khusus untuk mencari kitab suci Alquran yang konon mengandung terjemahan Surat Almaidah ayat 51 yang dianggap menyimpang.

Kepolisian Tangerang menyebut ada 16 penerbit yang membelokkan atau menyimpangkan terjemahan mengenai kata awliya, dari semula artinya ‘pemimpin’ diubah menjadi ‘teman setia’. Petinggi Polsek Tangerang mengaku sweeping berdasarkan perintah itu dari Polda Metro Jaya.

Sweeping atau penyisiran terjadi setelah heboh tulisan nettizen beredar di media sosial. Tulisan itu menyebut ada Alquran palsu karena salah menerjemahkan kata awliya. Di situ disebut ada pemalsuan terjemahan Alquran untuk mendukung calon kepala daerah nonmuslim tertentu. Bahkan Kementerian Agama dituding ikut terlibat dalam pemalsuan ayat itu. Seorang nettizen malah menyerukan merazia Alquran di toko-toko buku yang dianggap palsu itu.

Siapapun itu yang melakukan, sweeping atau razia Alquran menandakan ketidakpercayaan terhadap lembaga resmi seperti Kementerian Agama.

Klarifikasi yang disampaikan pimpinan lembaga pengesahan mushaf Alquran di Kementerian Agama menegaskan tidak ada instruksi mengubah terjemahan ayat Alquran itu. Terjemahan kata awliya sebagai teman setia sudah ada dalam Alquran sejak 2002 dan itu pun atas musyawarah dan kesepakatan para ulama atau ahli agama. 

Penjelasan Kementerian Agama itu bisa dibaca di situs resmi Kementerian Agama, juga di situs KBR.id. Semua Alquran yang beredar di Indonesia, jika sudah mendapat tanda tashih atau ‘lulus’ pemeriksaan dari Kementerian Agama, berarti bukan palsu. 

Kita berharap aparat kepolisian dan masyarakat umum tidak ikut memperkeruh suasana dengan membuat kehebohan soal terjemahan Alquran.

Kepolisian semestinya tidak mengikuti irama gendang yang ditabuh kelompok-kelompok yang hendak memecah belah masyarakat. Kita juga berharap masyarakat lebih bijak menyikapi setiap informasi yang beredar terutama dari media sosial yang belum tentu benar.  

What do you think?

Written by virgo

Ingin Membuat Teh Yang Sehat ? Perhatikan 3 Hal Ini

Gudeg Bu Sri Kuncen Yogyakarta